MOTOR Plus-online.com - Aprilia Racing menutup akhir pekan di TT Circuit Assen dengan kembali mencatatkan hasil bersejarah.
Setelah memulai balapan dari pole position, Jorge Martín tampil solid dan finis di posisi ketiga, menutup akhir pekan positif yang juga ditandai dengan pole position pertamanya bersama Aprilia Racing.
Ini menjadi podium ke-2 rider asal Spanyol tersebut di kelas utama di Assen, podium MotoGP ke-37 dalam kariernya, serta podium ke-5 musim ini.
Berkat hasil hari ini, Martín kini menjadi pemimpin klasemen sementara MotoGP dengan 193 poin, sebuah pencapaian yang terakhir kali ia raih pada Solidarity GP 2024, 588 hari lalu.
Sementara itu, Marco Bezzecchi harus mengakhiri balapan lebih awal setelah terjatuh di tikungan 15 pada lap kedua.
Rider asal Italia tersebut langsung dibawa ke Medical Centre sirkuit untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh oleh tim medis, termasuk MotoGP Medical Director, Dr. Ángel Charte.
Pemeriksaan klinis awal memastikan bahwa Bezzecchi dalam kondisi sadar penuh dan menunjukkan pergerakan normal pada keempat bagian tubuhnya, tanpa tanda-tanda langsung adanya komplikasi neurologis maupun sistemik yang serius.
Namun, karena rasa nyeri yang cukup berat akibat benturan keras tersebut, tim medis memutuskan untuk memindahkan Bezzecchi ke Groningen Hospital.
Baca Juga: Parade Vespa Terbesar Sepanjang Sejarah, 25.000 Vespa dari 67 Negara Padati Kota Roma
Rider asal Italia itu telah menjalani CT scan dan pemeriksaan radiologi, dengan hasil tidak ditemukan cedera. Ia pun dinyatakan dapat keluar dari rumah sakit dan akan kembali ke Italia tadi malam.
Apresiasi khusus juga diberikan kepada para rider SuperFile Trackhouse MotoGP Team yang, setelah meraih finis 1-2 di sprint race, kembali mengulang hasil tersebut pada balapan utama, dengan Ai Ogura meraih kemenangan MotoGP pertamanya di depan Raúl Fernández. Hasil 1-2 ini, ditambah finis ketiga Martín, memberikan Aprilia podium lockout kedua dalam sejarah MotoGP mereka setelah balapan Le Mans 2026.
Melalui kemenangan Ogura, Aprilia juga meraih kemenangan MotoGP pertamanya di Assen.
Sebelumnya, hasil terbaik Aprilia di trek ini adalah finis kedua Marco Bezzecchi pada 2025.
Kemenangan ini juga membawa Aprilia mencatatkan total 308 kemenangan di FIM Motorcycle World Championship. (Aprilia Racing)
Kemenangan ini juga membawa Aprilia mencatatkan total 308 kemenangan di FIM Motorcycle World Championship.
JORGE MARTÍN
“Pertama-tama, saya ingin memberikan dukungan dan semangat untuk Marco. Saya melihat insiden itu, dan tidak pernah menyenangkan melihat seorang rider terjatuh seperti itu, apalagi ketika itu adalah rekan satu tim sendiri. Terlepas dari itu, ini adalah akhir pekan yang baik dan kami berhasil meraih poin-poin penting. Saya sangat senang dengan langkah maju yang kami buat dari sisi speed dan feeling. Saya memimpin balapan selama 16 lap, dan itu merupakan sinyal yang penting. Saya memberikan seratus persen sejak awal dan mencoba mengelola ban untuk fase akhir balapan. Setelah itu, saya mencoba bertarung dengan Ai dan Raúl, tetapi saya sudah tidak punya banyak hal tersisa, jadi saya berusaha membawa pulang poin sebanyak mungkin.”
MASSIMO RIVOLA
“Aprilia kembali bersinar akhir pekan ini, sekaligus menegaskan daya saing kami, terutama di trek cepat. Saya sangat senang untuk Justin Marks dan SuperFile Trackhouse MotoGP Team, yang telah percaya pada proyek kami sejak awal. Menempatkan empat Aprilia di barisan depan starting grid dan tiga di podium adalah sinyal penting sekaligus apresiasi luar biasa atas kerja keras semua orang di Noale. Selamat untuk Jorge atas pole position pertamanya bersama kami dan podium yang berhasil ia raih, meskipun kondisi fisiknya belum sepenuhnya optimal. Sangat disayangkan atas kesalahan Marco. Di akhir pekan ketika ia menunjukkan speed yang sangat baik, seharusnya ia bisa meraih hasil yang jauh lebih besar. Namun, prioritas saat ini adalah memastikan ia bisa pulih sebaik mungkin setelah crash yang cukup berat. Ada dominator yang jelas untuk balapan berikutnya di Sachsenring, dan kami harus datang dengan persiapan sebaik mungkin.”