Namun, kondisi tersebut sulit dilakukan karena sebagian kebutuhan BBM nasional masih bergantung pada impor.
Menurut dia, apabila pemerintah menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi dengan menambah subsidi, beban terhadap anggaran negara akan semakin besar.
"Kalau semua ditanggung lagi oleh pemerintah melalui subsidi, tentu akan berdampak pada kondisi fiskal kita," ujarnya.
Lebih lanjut, Bahlil menyinggung penggunaan BBM subsidi oleh masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu.
Ia menilai subsidi energi seharusnya diprioritaskan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Bahlil mengatakan, masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih baik semestinya menggunakan BBM nonsubsidi agar alokasi subsidi dapat tepat sasaran.
"Kalau rakyat kecil, wajib dibantu. Tetapi yang sudah mampu secara ekonomi, seharusnya menggunakan BBM sesuai kemampuannya dan tidak bergantung pada subsidi negara," kata Bahlil.