Find Us On Social Media :

BBM Langka di Medan Antrian Mengular, Begini Jawaban Pertamina

By Rabu, 15 Juli 2026 | 09:47
Kelangkaan BBM jenis Pertalite, Pertamax dan Solar langka di Medan, Sumatera Utara. (Dok MOTOR Plus)

MOTOR Plus-online.com - Kelangkaan BBM jenis Pertalite, Pertamax dan Solar langka di Medan, Sumatera Utara.

Akibatnya, antrian kendaraan yang akan mengisi bensin mengular di depan SPBU Pertamina, Senin (13/7/2026).

Di beberapa SPBU, antrean kendaraan bahkan meluas hingga badan jalan dan menyebabkan kemacetan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara mengakui adanya keterbatasan stok BBM di sejumlah SPBU.

Perusahaan menyebut kondisi itu dipengaruhi peningkatan kebutuhan masyarakat sejak Minggu (12/7/2026), bertepatan dengan periode libur sekolah.

Selain lonjakan konsumsi, distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara juga sempat mengalami penyesuaian operasional armada.

Untuk mempercepat penyaluran, Pertamina menambah 15 mobil tangki dan mengerahkan 30 awak mobil tangki bantuan dari Fuel Terminal Medan menuju sejumlah SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan peningkatan kebutuhan BBM terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Motor Nunggak Pajak Pemilik Terancam Denda atau Penjara, Ini Dasar Hukumnya

Lonjakan permintaan terpantau di wilayah yang mendapat pasokan dari Fuel Terminal Medan Group.

Wilayah distribusi tersebut mencakup Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Kabupaten Deliserdang, Langkat, Serdang Bedagai, Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat.

Distribusi dari terminal tersebut juga menjangkau sejumlah daerah di Aceh, yakni Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.

Menurut Fahrougi, Pertamina kini mengoptimalkan penyaluran BBM untuk mengejar kebutuhan masyarakat yang meningkat selama masa libur sekolah.

“Optimalisasi distribusi tersebut juga merupakan bagian dari upaya percepatan penyaluran menyusul tingginya kebutuhan BBM masyarakat yang terjadi selama periode libur sekolah dalam beberapa waktu terakhir,” kata Fahrougi dalam keterangan resminya, melansir Kompas.com.

Peningkatan konsumsi dalam waktu bersamaan membuat stok beberapa jenis BBM di SPBU lebih cepat habis dibandingkan kondisi normal.

Akibatnya, sejumlah SPBU sempat tidak dapat melayani pembelian Pertalite, Pertamax, maupun Solar hingga pasokan berikutnya tiba.

Selain tingginya permintaan, Pertamina menyebut penyaluran BBM sempat terkendala penyesuaian operasional armada distribusi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Baca Juga: Cara Cek Motor Kena Tilang Elektronik, Awas STNK Diblokir Polisi

Untuk mengatasi kondisi tersebut, perusahaan menambah 15 unit mobil tangki bantuan agar kapasitas penyaluran dari terminal menuju SPBU dapat ditingkatkan.

Pertamina juga mengerahkan 30 awak mobil tangki tambahan untuk mendukung percepatan pengiriman BBM.

Mobil tangki tersebut dikerahkan dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU di Kota Medan dan wilayah lain yang mengalami peningkatan kebutuhan maupun kekosongan stok.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan pasokan sekaligus mengurangi antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.

Pertamina belum memerinci jumlah tambahan pasokan yang disalurkan maupun waktu yang dibutuhkan hingga kondisi distribusi kembali normal.

Namun, perusahaan memastikan proses pengisian kembali stok terus dilakukan secara bertahap.