Find Us On Social Media :

Hadir Sejak 1946, Cerita Artis, Pemilik dan Anggota Komunitas Vespa di Indonesia

By Jumat, 17 Juli 2026 | 18:18
Bagi Omesh, figur publik sekaligus pencinta Vespa, detail menjadi salah satu hal penting dalam melihat Vespa sebagai koleksi. (PID)

“Awalnya saya tidak terlalu memikirkan harga jual kembali. Namun, setelah semakin lama berada di dunia Vespa, apalagi setelah bergabung dengan komunitas, saya mulai menyadari bahwa Vespa lebih dari sekadar sepeda motor. Nilainya bisa dibentuk oleh banyak faktor, mulai dari model yang khas, aksesori langka, hingga komunitas yang terus menjaga minat terhadap Vespa. Dari situ, saya mulai melihat bahwa depresiasi Vespa secara umum lebih rendah dibandingkan kendaraan lain, bahkan beberapa model tertentu dapat mengalami peningkatan nilai, sesuatu yang relatif jarang ditemui baik di industri otomotif maupun fashion atau industri lain,” lanjutnya.

Mulai dari model klasik hingga modern, Vespa tetap mempertahankan identitas visual yang khas dan mudah dikenali. (PID)

Pengalaman Omesh dan Faishal menunjukkan bahwa nilai Vespa berawal dari hubungan personal yang dibangun oleh pemiliknya. Cerita dan pengalaman yang melekat pada setiap unit kemudian mendorong pemilik untuk merawat kondisi, menjaga orisinalitas, dan mempertahankan karakter Vespanya.

Ketika hal tersebut dilakukan secara kolektif oleh para pemilik dan komunitas, relevansi Vespa di pasar pun terus terjaga, dengan nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu.

Selain desain dan daya tarik sebagai koleksi, komunitas menjadi bagian penting dalam ekosistem Vespa. Komunitas menyediakan ruang bagi para pemilik untuk berbagi cerita, pengalaman berkendara, rekomendasi perawatan, hingga informasi mengenai model-model yang sedang diminati. Interaksi tersebut membantu menjaga Vespa tetap hidup, relevan, dan terus bernilai di kalangan pencintanya.

Baca Juga: Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi Dapat Gelar Baru dari Menlu Italia

“Hal pertama yang kita dapatkan dari komunitas adalah lingkaran pertemanan baru. Kita bertemu dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda, saling bertukar cerita, dan belajar hal-hal baru. Dari hubungan tersebut, kadang muncul juga koneksi, peluang usaha, pekerjaan, atau kesempatan lain yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, yang didapat bukan hanya pengetahuan dan pengalaman tentang Vespa, tetapi juga jaringan dan hubungan yang bisa berkembang ke berbagai sisi kehidupan.” papar Khairil, salah satu anggota komunitas Vespa di Indonesia.

Kehadiran komunitas juga membantu membangun rasa percaya dalam ekosistem Vespa.

Melalui jaringan yang aktif, para pemilik dapat lebih memahami nilai sebuah unit, menjaga kondisi kendaraannya, hingga menemukan peluang ketika model tertentu sedang banyak dicari.

Dengan demikian, komunitas tidak hanya memperkaya pengalaman kepemilikan, tetapi juga turut menjaga relevansi dan nilai Vespa dari waktu ke waktu.

Kebersamaan ini juga terasa di jalan melalui sapaan klakson dan kebiasaan saling menyapa antara pengendara Vespa klasik maupun modern, bahkan saat belum saling mengenal. Interaksi sederhana tersebut menciptakan camaraderie khas yang menjadi bagian dari pengalaman berkendara Vespa.

Vespa menawarkan pengalaman yang melampaui sebuah kendaraan biasa. Nilainya tidak hanya terletak pada potensi harga di pasar sekunder, tetapi juga pada kesenangan berkendara, rasa bangga, serta pengalaman gaya hidup yang hadir bersamanya.

“Saya memilih Vespa karena sejak awal desainnya langsung menarik perhatian dan terasa cocok untuk digunakan sehari-hari. Tampilannya clean, stylish, tetapi tetap membawa karakter khas Vespa, sehingga sesuai dengan berbagai aktivitas saya. Bagi saya, Vespa ini bukan hanya tentang mobilitas, tetapi juga membuat perjalanan sehari-hari terasa lebih menyenangkan sekaligus mencerminkan gaya personal saya,” ujar Sara, pemilik JUSTIN BIEBER X VESPA.