Find Us On Social Media :

Bukan Tagih Hutang Pajak Kendaraan, Ini yang Dilakukan Petugas di Parkiran Mall di Pekanbaru

By Selasa, 21 Juli 2026 | 09:15
Petugas di parkiran mall di Pekanbaru bukan menagih pembayaran pajak kendaraan yang masih menunggak. (Istimewa)

MOTOR Plus-online.com - Setelah ramai polisi menggelar razia di SPBU, kini petugas mengecek pelat nomor kendaraan di parkiran mall di Pekanbaru.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan petugas menyisir kendaraan yang masih menunggak pajak.

Satu per satu pelat nomor motor dan mobil dicek.

Tapi yang dilakukan petugas di parkiran mall di Pekanbaru bukan menagih pembayaran pajak kendaraan yang masih menunggak.

Petugas dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru, Riau itu cek data pajak motor dan mobil satu-satu lewat pelat nomor, (14/7/26).

Video itu diunggah dengan narasi Bapenda Pekanbaru catat kendaraan yang nunggak bayar pajak sampai ke parkiran.

Menanggapi hal ini, Kepala Bapenda Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan menegaskan pihaknya hanya melakukan sosialisasi.

Tengku bilang, petugas tidak ada melakukan penagihan kepada pemilik kendaraan yang menunggak pajak.

Baca Juga: Polisi Gelar Razia Penunggak Pajak di SPBU, Pengamat: Kebijakan Sesat

"Ini yang mau kita luruskan. Petugas itu cuma sosialisasi, tak ada penagihan. Orangnya (pemilik kendaraan) tidak ada disitu, cuma kendaraannya saja," kata Tengku melansir Kompas.com.

"Petugas hanya melakukan pendataan kendaraan yang belum membayar pajak," sambungnya

Ia menjelaskan, sosialisasi itu dilakukan untuk memberitahukan pemilik kendaraan belum membayar pajak.

Petugas kemudian meninggalkan surat pemberitahuan wajib pajak yang diselipkan pada kendaraan tersebut.

"Sama lah seperti kita antar SPPT PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan) ke rumah. Kita tidak suruh dia membayar," ucap Tengku.

Tengku menyebut, sosialisasi tersebut dilakukan sejak tahun ini.

Petugas telah mendatangi sejumlah tempat keramaian di Pekanbaru.

Namun, kali ini menyasar langsung kepada kendaraan yang belum bayar pajak.

Hal ini dilakukan, kata Tengku, karena tingkat kepatuhan warga membayar pajak sangat rendah.

Menurutnya, banyak pemilik motor yang tidak membayar pajak.

"Sosialisasi ini kami lakukan supaya masyarakat patuh bayar pajak kendaraan. Soalnya banyak sekali sepeda motor yang tidak membayar pajak. Dari 100 persen yang kami cek, itu hanya 20 persen yang bayar pajak," beber Tengku.