Find Us On Social Media :

Kapolda Jawa Barat Perbolehkan Warga Lawan Begal, Tapi Ada Syaratnya

By Kamis, 23 Juli 2026 | 15:51
Kasus begal makin meresahkan yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Barat, sepanjang Juli 2026 sudah terjadi 24 kasus kejahatan tersebut. (tangkapan layar Instagram)

MOTOR Plus-online.com - Pelaku begal di Jawa Barat makin merajalela, Kapolda Jabar perbolehkan warga melawan.

Kasus begal makin meresahkan yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Kejahatan jalanan tersebut sudah terjadi sebanyak 24 kali sepanjang Juli 2026.

Aparat kepolisian menghimbau warga agar melakukan perlawanan, tapi harus sesuai aturan atau terukur.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, masyarakat dapat melakukan perlawanan sebagai bentuk perlindungan diri, selama tindakan tersebut dilakukan secara proporsional dan tidak berlebihan.

"Upaya kita yang pertama adalah perintah Pak Kapolda (Irjen Pol Pipit Rismanto,-red) untuk tindak tegas terukur. Ini tidak hanya kepada polisi, kepada masyarakat pun boleh, dengan catatan dilakukan secara tegas dan terukur," katanya di Bandung, (21/7/26) mengutip Kompas.com.

Hendra menjelaskan, pembelaan diri yang dimaksud bukanlah tindakan main hakim sendiri, melainkan respons spontan untuk melindungi diri dari ancaman langsung.

Prinsip utama yang harus diperhatikan adalah:

- Tindakan dilakukan dalam kondisi terdesak atau terancam

Baca Juga: Syarat Pertamax dan Pertamax Green Bisa Turun Harga, Ini Faktanya

- Tidak menggunakan kekerasan berlebihan

- Bertujuan untuk menyelamatkan diri, bukan membalas dendam

Dengan demikian, masyarakat tetap diharapkan mematuhi koridor hukum dalam setiap tindakan yang diambil.

Menurut Hendra, peran masyarakat dalam menyebarkan informasi melalui platform digital sangat membantu aparat kepolisian dalam mengidentifikasi pelaku dan menelusuri lokasi kejadian.

"Informasi dari masyarakat, terutama yang diunggah di media sosial, sangat membantu kami dalam proses penyelidikan," ujarnya.

Selain penindakan, kepolisian juga meningkatkan langkah pencegahan dengan memperkuat patroli rutin.

Kegiatan patroli difokuskan pada waktu rawan, yakni malam hingga dini hari.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

- Penambahan jumlah personel di lapangan - Intensifikasi patroli di titik-titik rawan

Baca Juga: Jarang yang Sadar, Pasang Gembok Bikin Pendek Umur Piringan Cakram

- Pengawasan wilayah berbasis laporan masyarakat

Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Hendra menegaskan kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.

Penegakan hukum akan dilakukan secara konsisten untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.