MOTOR Plus-online.com - Kasus begal merajalela di Jawa Barat, membuat Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi geram.
Dedi Mulyadi langsung menggelar sayembara, warga yang berhasil menangkap pelaku begal akan mendapat hadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta.
Mengetahui adanya sayembara berhadiah Rp50 juta, begini reaksi Kapolda Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menggelar sayembara berhadiah bagi siapa saja yang berhasil menangkap pelaku kejahatan, mulai dari pencuri hingga begal.
Langkah tegas ini diambil menyusul maraknya aksi pembegalan yang kian meresahkan warga Jawa Barat, terutama di kawasan Bandung Raya.
Lewat unggahan terbaru di akun media sosial pribadinya pada Kamis (13/7/2026), Dedi Mulyadi menegaskan pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas aksi kriminal ini.
Menanggapi sayembaran berhadiah, Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto mendukung sayembara menangkap begal yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan hadiah Rp 5 juta hingga Rp 50 juta.
Menurut Pipit, sayembara itu bisa menjadi dorongan agar masyarakat lebih peduli menjaga keamanan lingkungan.
Baca Juga: Suzuki Thunder Dilarang Isi Bensin di SPBU, Harga Motor Bekasnya Murah Meriah
"Ya kita menyambut baik. Ini untuk bahwa Bapak Gubernur juga memiliki apa ya, keinginan memberikan motivasi kepada semua warga ya, untuk berpartisipasi dalam menjaga Kamtibmas ya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026) melansir Kompas.com.
Menurut dia, yang ingin dibangun melalui sayembara tersebut bukan sekadar mengejar hadiah, tetapi menumbuhkan kepedulian masyarakat agar mau bertindak ketika melihat tindak kejahatan atau kejadian yang membutuhkan bantuan.
Pipit menegaskan, menjaga keamanan tetap menjadi tugas kepolisian.
Namun, peran masyarakat juga dibutuhkan untuk membantu menciptakan situasi yang aman.
"Karena pihak kepolisian ini kan menurut saya adalah tanggung jawab dan itu memang sudah tugasnya. Wajib melakukan penegakan hukum terhadap seperti begal," tuturnya.
Ia mengatakan, aksi begal sudah menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, masyarakat diminta kembali menghidupkan kegiatan siskamling di lingkungan masing-masing.
"Begal menjadi atensi bersama ya, menjadi konsentrasi bersama seluruh warga agar meningkatkan Siskamling ya. Tadi Bapak Gubernur menyampaikan berarti semua yang sedang tidak bekerja, langsung Siskamling," kata Pipit.
Menurut dia, jika ada warga yang berhasil menangkap pelaku begal, pelaku tersebut harus segera diserahkan kepada polisi.
Baca Juga: Pemotor Resah Ban Motor Botak Kena Tilang Rp250 Ribu, Ini Faktanya
Setelah itu, polisi akan melaporkan kepada gubernur sebagai dasar pemberian hadiah.
Meski begitu, Pipit mengingatkan masyarakat agar tidak menghakimi pelaku yang berhasil diamankan.
"Tentu saja kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Namun, pembelaan diri juga penting ya, pembelaan diri apabila melawan," ucap dia. Terkait perlengkapan untuk petugas siskamling, Pipit mengatakan, setiap daerah memiliki tingkat kerawanan yang berbeda.
Dengan demikian, kebutuhan di setiap wilayah sebaiknya dibahas bersama kepala desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
"Ya sesuai tingkat ancamannya. Kalau ancamannya di situ tidak terlalu berat, mungkin yang penting adalah ada nomor telepon aparat yang terdekat di situ ya," ucap Pipit.