Find Us On Social Media :

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Tuai Pro Kontra, Yusril Ihza Mahendra Buka Suara

By Senin, 27 Juli 2026 | 09:43
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengadakan sayembara tangkap begal di Jawa Barat berhadiah Rp50 juta. (Tribun Jabar)

MOTOR Plus-online.com - Maraknya pelaku begal di Jawa Barat menimbulkan keresahan warga.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akhirnya mengadakan sayembara tangkap begal di Jawa Barat.

Hadiah bagi warga yang berhasil menangkap begal mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta.

Sayembara Dedi Mulyadi ini kemudian menimbulkan pro dan kontra, termasuk komentar dari Yusrih Ihza Mahendra.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli untuk mengantisipasi kejahatan seperti begal.

Yusril menyebut patroli oleh kepolisian perlu ditingkatkan, terutama di kawasan rawan begal.

Hal ini disampaikan Yusril menanggapi sayembara menangkap begal yang dilontarkan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Yusril mengatakan, di tengah kontroversi sayembara, polisi perlu meningkatkan patroli untuk memberi rasa aman kepada masyarakat.

Baca Juga: Tangkap Begal di Jawa Barat Dapat Hadiah Rp50 Juta, Begini Reaksi Polda Jabar

"Saya meminta Polri, khususnya Polda Jabar, meningkatkan patroli keamanan, terutama di kawasan-kawasan yang ditengarai banyak terjadi aksi pembegalan yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat,” kata Yusril dalam keterangan di Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Politikus Partai Bulan Bintang itu menambahkan, polisi juga sebaiknya memperkuat edukasi ke masyarakat tentang langkah pencegahan begal dan tata cara melaporkan dugaan tindak pidana.

Yusril menilai masyarakat perlu diajak dalam menjaga keamanan lingkungan.

Namun, masyarakat juga perlu didorong agar tidak main hakim sendiri dan tetap bertindak dalam koridor hukum.

“Mereka harus ditangkap hidup-hidup, diadili secara adil, dan dijatuhi hukuman yang setimpal oleh pengadilan," kata Yusril dikutip Antara.

"Jangan sampai mereka tewas karena digebuki beramai-ramai di luar batas perikemanusiaan. Perbuatan seperti itu juga merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang wajib dicegah."