Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

"Valentino Rossi Balapan dengan Cara yang Indah"

Stanly Ravel - Senin, 9 November 2015 | 15:46 WIB

Valencia, Otomania — Drama MotoGP 2015 selesai dengan mengantarkan Jorge Lorenzo menjadi juara dunia. Meski demikian, Valentino Rossi menjadi pusat perhatian dengan dominasi dukungan berwarna kuning di antara 110.000 penonton yang memadati tribun.

Bukan hanya penggemar, kedua orangtua The Doctor, Graziano dan Stefania, juga turut hadir menonton laga terakhir di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (8/11/2015). Bahkan mereka mengungkapkan kekecewaan dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh Cycleworld.com, terkait posisi start terakhir dan mampu menyodok posisi keempat.

Berikut hasil wawancara Cycleworld.com yang dilakukan dengan Graziano, Senin (9/11/2015).

Sebagai ayah dari Valentino, bagaimana Anda melihat tantangan besar yang dihadapinya?
Memulai dari posisi terakhir, sangat mustahil bagi Valentino bisa finish di posisi yang ia butuhkan untuk memegang gelar. Tapi, kami menunggu bendera finish dikibarkan. Meskipun misinya hampir mustahil, tapi kami memiliki kepercayaan yang tak terbatas terhadap dirinya.

Valentino memimpin kejuaraan dan semuanya berjalan dengan benar, bagaimana tanggapan Anda melihat penampilannya ?
Tahun lalu ia bekerja keras untuk persiapan tahun ini. Dari seri pertama, dia menggapai kemenangan demi kemenangan dengan cara yang indah. Itulah mengapa banyak orang mengatakan bahwa ini adalah kejuaraan terbaik.

Apakah Anda berpikiran bahwa gelar dari Rossi dan Lorenzo telah diganggu oleh pihak ketiga?
Saya masih belum memahami mengenai hal ini.

Apa pikiran pertama Anda ketika melihat insiden di Sepang, Malaysia?
Saya menyaksikan GP Malaysia dari rumah. Pikiran pertama saya? Vale hanya bisa melakukan apa yang dia lakukan dan sekarang mari kita lihat apa yang akan terjadi besok. Tapi, saya tidak pernah membayangkan bahwa hal tersebut akan selesai seperti itu.

Apakah Valentino kehilangan konsentrasi, seperti yang banyak ditulis?
Valentino tidak kehilangan akal sehat dan kepercayaan dirinya. Hal itu akan menjadi serius jika ia menendang Marc, tapi ini tidak terjadi. Ia melakukan satu-satunya hal yang bisa ia lakukan buat mencari perhatian Marquez. Mereka saling menyalip satu sama lain, Lorenzo dan Pedrosa menarik diri.

Dari sudut pandang pengendara, hal itu mudah untuk dipahami: Valentino tidak bisa terus kehilangan waktu karena desakan Marc. Dia meminta perhatian Marquez untuk ini, tapi Marc menyentuh rem dan jatuh. Ini sangat menguntungkan untuk Valentino. Ia benar-benar tidak ingin membuat Marc kecelakaan. Seorang pebalap tidak pernah ingin mengalami kecelakaan.

Apakah cerita ini dapat mempengaruhi motivasi Rossidi masa depan?
Dunia balap motor adalah hal yang paling penting dinikmati. Jadi saya tidak berpikir bahwa motivasinya bisa berubah.

Dari mana motivasi ini berasal?
Setiap orang memiliki mimpi dalam hidup, misi untuk mencapai tujuan. Untuk Valentino, hal  terpenting itu adalah sepeda motor balap. Tapi selalu setelah pacarnya (saya bercanda, tapi tidak terlalu banyak!).

Apa yang begitu istimewa tentang Valentino ketika masih kecil?
Dia sangat penasaran, tapi anak-anak seperti itu. Dia benar-benar menikmati ketika menyelesaikan tugas yang sangat sulit. Tapi anak-anak juga melakukan hal itu. Setiap anak memiliki bakat, tapi kadang-kadang mereka tidak tahu bahwa mereka memilikinya, atau mungkin mereka tidak tahu apa yang mereka miliki merupakan bakat.

Valentino memiliki bakat besar. Saya membuat anak-anak mereka terus bermain, pertama-tama dengan mainan yang mereka suka sendiri. Valentino memiliki hasrat besar mengenai kecepatan. Saya pikir sulit untuk tidak menjadi bergairah tentang permainan kecepatan. Valentino memiliki bakat, ia menikmati balap, dan ini menjadi hidupnya.

Bisa Anda ceritakan kisah tentang Valentino sebagai seorang anak?
Terakhir kali saya memberinya saran sebagai seseorang yang pernah menjadi pebalap sewaktu ia masih berusia 10 tahun. Kami berada di sirkuit sepeda di Cattolica, dekat dengan Misano. Vale berangkat dari posisi pertama dan ia memilih untuk mengambil start dari sisi kanan trek karena tikungan pertama ada di sebelah kanan.

Saya bergabung dengannya di grid start dan saya menyarankan bahwa ia mulai dari sisi kiri sehingga ia bisa mengambil tikungan dari luar. Vale menatap saya dan mengatakan kepada saya, "Ayah, serahkan kepadaku!"

Apa momen terbaik dalam kariernya selama 20 tahun?
Setiap kali ia pergi untuk balapan, saya memeluknya dan ia memeluk saya kembali. Sepanjang kariernya, hal itu telah terjadi lebih dari 200 kali. Saat terbaik bagi saya adalah pelukan ini. Hal itu terjadi hanya pada kesempatan ini.

Apa yang akan dilakukan Valentino Rossi dalam 10 tahun ke depan?
Mungkin di Superbike bersama Yamaha! Saya bercanda. Saya melihat dia di mobil balap atau mungkin bermain dengan anak-anak VR46 Academy, mencoba untuk membuat mereka tumbuh, dan mencoba untuk memahami mengapa dia tidak bisa mengalahkan mereka lagi ketika mereka balap di peternakan.

Editor : Azwar Ferdian

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa