Ninja 250, Kalem di Putaran Bawah

Motorplus - Selasa, 1 Oktober 2013 | 12:17 WIB

Kawasaki Ninja 250 yang ditunggangi Ardhan Sauqi, menjadi yang tercepat pada OMR Kawasaki Ninja 250 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat (15/9). Ada beberapa rahasia yang dilakukan Ahmad Saihu alias ‘Usay’ selaku mekanik dalam meracik motor ini. Alasannya agar motor lebih nurut dengan karakter si pembalap yang ingin motor lebih kalem di putaran bawah. Tapi, ngibrit di putaran atas.

Untuk piston dan klep, masih menggunakan part standar, sesuai regulasi. Makanya Usay yang mekanik tim Ilegal B’Pro Blaze RC-3 Racing Team, bekerja lebih untuk memaksimalkan keluar masuknya bahan bakar di dalam silinder.

Durasi noken as, dibuat kembar antara isap dan buang dengan durasi 276 derajat. Hitungannya, klep isap dibuat membuka 38 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 58 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah). Sedangkan untuk klep buangnya, membuka 63 derajat sebelum TMB dan menutup 33 derajat setelah TMA.



Mensiasati tenaga Kawasaki Ninja 250 yang loyo di putaran bawah karena karakter overbore, rumah kopling standar digantikan dengan satu set rumah kopling kaki lima buatan B’Pro.

“Karakter mesin 2 silinder lebih lambat di putaran bawah, makanya diakali dengan rumah kopling kaki lima. Dengan rumah kopling kaki lima, tekanan per bisa lebih keras. Hasilnya akselerasi bisa lebih cepat,” kata Usay yang siap melepas masa lajangnya akhir tahun ini.

Permainan gigi rasio juga dilakukan agar karakter power bisa sesuai dengan karakter pembalap. Gigi I dipatok 39/15 mata, gigi II 34/17 mata, gigi III 31/22 mata, gigi IV 29/25 mata, gigi V 27/27 mata, dan gigi VI 25/28 mata. Sedangkan final gear aplikasi 14/45 mata. Ini bikin power muntah lebih kalem di rpm bawah.

Saluran buang juga dianggap Ucay menjadi salah satu kunci suksesnya menaklukan sirkuit Sentul. Sambungan antara leher knalpot dengan silencer, dibuat menggunakan bahan CNC. Hasilnya panas tidak merembet ke bagian silencer. Glasswool jadi lebih awet, dan tenaga motor juga stabil.

Buat memudahkan Ardhan dapatkan setingan sok depan sesuai yang diinginkan. Dipasangkan preload adjuster di tiap tabung. "Jadi lebih simpel, pembalap tinggal putar dan atur sendiri kekerasan sok sesuai keinginan," tutup Usay. (www.motorplus-online.com)

 

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Pirelli 120/70-17
Ban belakang : Pirelli 150/60-17
Knalpot : B'Pro
Radiator : B'Pro
Ilegal Racing : 0821-2549-2549
 

Penulis : Motorplus
Editor : Motorplus

Video Pilihan


YANG LAINNYA

Tag Popular