Modifikasi Yamaha RX-King 2003 Depok, Jagonya di Putaran Atas Balap Liar

Motorplus - Rabu, 15 Januari 2014 | 06:13 WIB

Meski jarang terlihat berkeliaran di jalan raya, motor 2-tak masih punya penggemar setia hingga saat ini. Kebanyakan motor-motor yang menggunakan oli samping itu digunakan untuk ajang adu kebut alias balap. Selain banyak digunakan untuk drag bike resmi, para penggemar balap malam juga banyak yang bermain motor 2-tak.

Yamaha RX-King racikan Indra Hermawan ini salah satunya. Motor rakitan tahun 2003 ini rajin turun di arena bali (balap liar) wilayah Jakarta Timur. Masalah prestasi juga cukup membanggakan bagi si pemilik motor, tidak sedikit lawan yang dibuat keok oleh motor yang turun di kelas RX-King Standaran ini.

“Biasanya main di daerah Jakarta Timur. Sudah beberapa lawan dibuat keok motor ini. Sekarang lagi vakum, mau diriset ulang biar tahun besok lebih joss,” ucap mekanik akrab disapa ‘Ciye’ ini.

Untuk tampil oke di atas lintasan bali yang berjarak 500 meter, beberapa perubahan dilakukan sesuai regulasi balap malam. Piston standar diganti dengan dengan piston baru oversize 300. Sedangkan untuk kruk as masih mengandalkan standar sesuai regulasi. Namun seluruh bearing di mesin telah diganti menggunakan tipe racing.

Ubahan lainnya dititik beratkan pada porting polish di bagian blok silinder. Untuk lubang ex digerus dengan mata tuner hingga berukuran 24 mm. Sedangkan tinggi lubang transfer dari bibir atas silinder, dibuat 39 mm.

“Dengan perubahan itu, karakter motor jadi lebih berisi di putaran menengah ke atas. Kalau tenaga bawahnya, diakali pakai rumah kopling Yamaha YZ80 yang punya kaki lima,” tambah mekanik bengkel Cahaya Kukusan di Jl. H. Kodja, Kukusan Raya, Depok, Jawa Barat ini.

Untuk suplai bahan bakar, masih menggunakan karburator standar yang direamer hingga berventuri 29,5 mm. Jarum skepnya gunakan milik Mikuni Sudco venturi 28 mm yang punya profil sedikit landai. Jadi bahan bakar bisa lebih cepat disemburkan ke ruang bakar. Khusus untuk lintasan gope meter, Ciye kasih perpaduan ukuran pilot jet 45, dan main jet 230.

Nah, supaya napas motor jambret ini pas untuk berlari di jarak 500 meter, perbandingan ratio diatur ulang. Gigi satu dipatok 13/33, gigi dua 17/30, gigi tiga 19/25, gigi empat 22/23, dan gigi lima 23/22. Untuk final gearnya gunakan 16/28.

Dengan ramuan ini, Ciye bisa tersenyum manis saat si Jambret mengalahkan lawannya. (www.motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI

Ban depan : FDR Drax 50/90-17

Ban belakang : IRC Eat My Dust 60/80-17

Segitiga depan: Satria F-150

Pelek: TK

Sok belakang: YSS Z Series

Penulis : Motorplus
Editor : Motorplus

Video Pilihan


YANG LAINNYA

Tag Popular