Akibat Berjudi Dengan Ban Hard

Motorplus - Minggu, 21 Agustus 2016 | 20:01 WIB

Hujan yang sebelumnya mengguyur sirkuit Brno, Rep. Ceko (21/8) berhenti sebelum gelaran MotoGP dimulai. Set up motor yang sudah disiapkan dengan perkiraan hujan pun menjadi berganti. Tak sedikit pembalap yang melakukan penggantian ban di grid. Valentino Rossi salah satunya.

Namun dengan kondisi ini, tentunya menjadi perhatian lebih bagi ban. Sebab, salah pilih ban, podium bisa hilang. Karena, meski hujan berhenti, suhu lintasan hanya naik 2 derajat Celcius dari race Moto2 yang digelar dalam kondisi hujan. Yap, suhu lintasan hanya 19 derajat Celcius dengan suhu udara 17 derajat Celcius.

Menjadi menarik, Jorge Lorenzo dan Rossi mengaplikasi ban belakang hard dan depan soft ketimbang para kompetitornya yang bermain soft dan soft. Sesuai prediksi, ketika hujan, pasukan Ducati pun punya peluang bermain di barisan depan. Karena selepas start, Andrea Iannone dan Andrea Dovisiozo pun langsung merangsek ke grup depan.

Bahkan, hanya butuh dua lap saja untuk Duo Andrea untuk mengambil alih posisi dari Marc Marquez yang selepas start langsung memimpin. Begitu juga dengan Scoot Reding yang ambil alih posisi Marquez dari posisi 3.

Dengan pemakaian ban hard, seakan menjawab mengapa Rossi dan Lorenzo terlempar dari 10 besar di lap-lap awal. Dengan selisih satu putaran hampir 2 detik dari pasukan Ducati yang aplikasi ban soft untuk depan-belakang, sulit bagi pasukan factory Yamaha untuk mengejar ketertinggalan. Terlebih, Lorenzo pun terlempar ke posisi 16.

Namun, pertengahan lomba pun seakan semua berbalik. Cal Chrutchlow menjadi pembalap tercepat di lintasan. Jika Iannone hanya mencetak 2 menit 10 detik, maka Cal bisa tembus 2 menit 8 detik. Hal ini, bisa disebabkan ban depan Cal yang aplikasi tipe hard. Begitu juga dengan ban belakang. Makanya, meski sempat terlempar ke barisan belakang, pertengahan lomba pun bisa raih posisi 5.

Begitu juga dengan Rossi yang perlahan merangsek ke posisi 9 ketika 12 lap jelang finish. Seakan, ban hard yang diaplikasi telat 'panas'. Karena, hanya Rossi dan Cal saja yang tembus 2 menit 8 detik. 9 lap jelang finish pun, Cal sudah berada di posisi 2 dan Rossi 6.

7 lap jelang finish, dengan sirkuit yang terus mengering, Rossi terus mendekat barisan terdepan. Sementara, Lorenzo justru memilih mengganti motor dan membuatnya terlempar di posisi 17. Cal pun mampu mengambil alih posisi pertama dari Iannone.

5 lap jelang finish pun Cal dan Rossi sudah berada di posisi 1 dan 2. Namun, seakan sulit bagi Rossi untuk mengejar ketertinggalan dari Cal yang sudah lebih dulu memimpin di depan sejauh 5 detik lebih. Terlebih, Rossi hanya mengaplikasi ban tipe hard di sisi belakang. Pastinya, kompon ban Cal pun masih lebih bagus ketimbang The Doctor.

Namun, Marquez pun tak ingin tinggal diam dan hilang poin banyak dari Rossi. Maka itu, pembalap Repsol Honda ini pun coba memaksa untuk merebut posisi ketiga dari Iannone. Namun, hadirnya Loriz Baz yang juga aplikasi ban hard menjadi ancaman bagi Marquez. Karena, di lap terkahir pun dirinya lebih cepat. Tapi, Marc pun mampu mempertahankan posisinya.

Tak terkejar oleh Rossi, Crutchlow pun mampu finish lebih dulu dan menjadi pemenang MotoGP Brno. Hal ini sekaligus menjawab kerinduan para fans MotoGP asal Inggris setelah Barry Sheene menjadi pemenang asal Inggris di tahun 1981. Ya, 35 tahun yang lalu.

Congratz..!!! (www.motorplus-online.com)

Penulis : Motorplus
Editor : Motorplus

Video Pilihan



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

Tag Popular