Ditolak MK Sebagai Transportasi Umum, Driver Ojek Online Ramai-ramai Komentar Begini...

Ahmad Ridho - Jumat, 29 Juni 2018 | 16:04 WIB
Tribunnews.com
Ilustrasi driver ojek online

MOTOR Plus-online.com - Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK) mengambil keputusan dengan menolak ojek online sebagai transportasi publik yang legal.

Menanggapi keputusan MK itu, salah seorang pengemudi ojek daring asal Tebet, Yusdian mengungkapkan, dirinya dan teman-temannya tak mempermasalahkan keputusan tersebut.

Namun, para pengemudi tetap ingin ada solusi terkait kesejahteraan yang selama ini mereka suarakan.

"Ya kalau menurut kita, apapun yang MK buat sudah ada belum solusinya buat kita.

(BACA JUGA: Memilukan... Begini Pengakuan Istri Penumpang Ojek Online yang Tewas Terlindas Bus di Bogor)

Tolong dikasih solusinya berdasarkan pertimbangan segala macamnya.

Kalau kita sebenarnya engga masalah," ungkapnya kepada TribunJakarta.com di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (29/6/2018).

Yusdian berpendapat, persoalan legal ataupun tidak legal dalam konteks perusahaan transportasi umum hanyalah persoalan status saja.

"Mau legal atau enggak itu hanya status.

Source : Tribunnews.com
Penulis : Ahmad Ridho
Editor : Ahmad Ridho

Video Pilihan



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

Tag Popular