Kramat Jati Geger, Pura-pura Usaha Bengkel, Kompresor Dipakai Simpan Benda Haram

Reyhan Firdaus - Jumat, 9 Agustus 2019 | 19:10 WIB
Ilustrasi kompresor
TheLiberal.ie
Ilustrasi kompresor

MOTOR Plus-online.com - Banyak akal dilakukan pengedar narkoba, dalam menyembunyikan akal bulusnya.

Seperti dialami Dahyuni (55), pemilik kontrakan yang disewa salah seorang tersangka peredaran ganja.

Pengedar ganja itu ditangkap BNN, di lapangan SDN 02 Kramat Jati Pagi.

Dahyuni mengatakan, sebelum ditangkap, dirinya sempat melihat para tersangka membawa sejumlah mesin kompresor angin di depan rumahnya.

Baca Juga: Yamaha NMAX Tertutup Ilalang Padi Kejutkan Petani di Parung, Maling Ketakutan Motor Dibuang

Baca Juga: Magelang Mencekam, Bentrokan Rombongan Pemotor Lawan Debt Collector Pecah, Satu Orang Terkapar

Dikutip Motorplus-online dari Kompas.com, Dahyuni yang merupakan tetangga tersangka ini pun menanyakan kepada para tersangka, akan tabung kompresor yang dibawa itu.

Kepada dirinya, para tersangka mengaku ingin buat usaha bengkel motor.

"Mereka lewat sini saya tanya buat apa itu tabung kompresor, bilangnya mau usaha bengkel ya kita mah namanya orang tua ya bagus lihat anak muda mau usaha gitu," kata Dahyuni saat diwawancarai (9/8/2019).

Dahyuni menambahkan, sejumlah tabung kompresor itu ditaruh di rumah tersangka, yang tak jauh dari rumah Dahyuni.

Usai bertanya dan kembali masuk ke rumah, Dahyuni malah kaget.

Karena beberapa saat kemudian, banyak polisi di sekitar rumah yang sedang menangkap para tersangka peredaran ganja itu.

"Habis tanya lihat mereka bawa-bawa itu (tabung) saya balik masuk ke rumah mau sholat. Terus denger suara geruduk-geruduk," heran Dahyuni.

"Saya keluar banyak polisi bawa senjata banyak. Enggak tahunya nangkap mereka itu bawa narkoba," sebut Dahyuni.

Baca Juga: Sering Berujung Bentrok dan Perampasan, Bolehkan Debt Collector Menyita Motor yang Nunggak Cicilan?

Dahyuni pemilik kontrakan yang dipakai pengedar ganja
Dean Pahrevi / Kompas.com
Dahyuni pemilik kontrakan yang dipakai pengedar ganja

Adapun empat dari enam tersangka merupakan warga sekitar TKP yang dikenal warga, dengan inisial AR, AG, DN, dan AJ.

Sebelumnya, BNN mengamankan 250 kilogram ganja asal Aceh yang disembunyikan di dalam tabung kompresor dan peralatan bengkel di Lapangan SDN 02 Kramat Jati Pagi, Kamis (8/8/2019).

Ganja itu dibawa dari Aceh, melalui jalur darat menggunakan truk bermuatan sayur jengkol menuju Pasar Induk Kramat Jati.

Lalu truk menuju Kalimalang, untuk memindahkan 14 tabung berisi ganja ke mobil pick up.

Baca Juga: Hasil FP1 MotoGP Austria 2019, Andrea Dovizioso Libas Marc Marquez, Valentino Rossi Telat Panas

Rupanya 14 tabung berisi ganja itu, langsung diantarkan dengan mobil pick up ke kontrakan di Kramat Jati.

Namun karena akses jalan yang sempit, mobil pun diparkirkan di lapangan SDN 02 Kramat Jati Pagi.

Para tersangka pun memindahkan 14 tabung itu secara manual ke kontrakan.

Namun saat proses pemindahan, BNN datang menggerebek para tersangka.

Sebanyak enam orang tersangka diamankan BNN saat penggerebekan peredaran ganja itu.

Diduga peredaran ganja dikendalikan oleh narapidana di Lapas Cirebon dan ganja akan diedarkan ke daerah Jakarta dan Jawa Barat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Dibohongi Kurir yang Simpan Ganja di Tabung Kompresor, Warga: Bilangnya Mau Usaha Bengkel

Source : Kompas.com
Penulis : Reyhan Firdaus
Editor : Indra GT

Video Pilihan


YANG LAINNYA

Tag Popular