Waduh, Curhat Tim Balap Privateer MotoGP Mendadak Di Ujung Tanduk, Akibat MotoGP 2020 Acak-acakan

Indra Fikri - Kamis, 26 Maret 2020 | 16:00 WIB
Tim Federal Oil Gresini Moto2 tetap mempersiapkan pacuan untuk Edgar Pons dan Nicolo Bulega secara maksimal di Moto2 Qatar
Eka/OtoRace
Tim Federal Oil Gresini Moto2 tetap mempersiapkan pacuan untuk Edgar Pons dan Nicolo Bulega secara maksimal di Moto2 Qatar

MOTOR Plus-online.com - Tim balap privateer MotoGP mendadak di ujung tanduk akibat ditundanya MotoGP 2020 akibat wabah virus Corona.

Hal ini membuat sebagian besar tim di MotoGP terancam mengalami krisis finansial.

Krisis finansial mengancam seluruh tim, utamanya tim privater/independen alias tim satelit yang menggantungkan nasib mereka dari dana sponsor.

Dengan belum adanya balapan, sebagian daya tarik utama untuk dijajakan, tim harus berusaha keras untuk menghidupi staf dan pembalap dengan dana terbatas.

Baca Juga: Akhirnya MotoGP Tetap Digelar Meski Wabah Covid-19 , Begini Balapannya

Baca Juga: Terbukti Omongan Valentino Rossi Mengenai Dorna Bikin Balap MotoGP Virtual

Fausto Gresini menjadi salah satu orang yang dipusingkan dengan masalah ini.

Sebab, tim Gresini yang dimilikinya tampil di seluruh kelas MotoGP.

"Hal terpenting adalah memulai kembali kejuaraannya. Ada 70 orang di tim kami dan tentu saja saya khawatir," kata Fausto Gresini, mengutip dari Corse di Moto.

"Kami akan kehilangan kesempatan, sponsor, pekerjaan. Penting untuk mengetahui bagaimana cara memperbaikinya," ucapnya lagi.

Baca Juga: Bikin Dongkol, Jorge Lorenzo Udah Arogan Gaspol Bareng Yamaha di MotoGP 2020, Begini Katanya

Gresini mengajukan sebuah solusi agar tim bisa segera bangkit setelah periode krisis berakhir.

"Di antara semua kemungkinan, untuk memaksimalkan anggaran, saya bersedia menggunakan motor 2020 pada 2021," ungkap Fausto Gresini.

Sebagai informasi, tim independen MotoGP mengeluarkan dana sekitar 2 juta Euro (saat ini 35 miliar Rupiah) untuk menyediakan dua buah motor bagi setiap pembalapnya.

Sementara biaya pengadaan motor untuk tim kelas Moto2 berkisar di angka 400 ribu Euro (7,1 miliar Rupiah) selama semusim.

Baca Juga: Gak Nyangka, Ternyata Valentino Rossi Pilih Profesi Ini Kalau Gak Balap MotoGP

Tim balap di ajang MotoGP masih bisa mengharapkan subsidi yang mereka dapat setiap tahun dari Dorna Sports selaku penyelenggara.

Namun demikian, pemasukan yang diharapkan masih seret karena tidak ada balapan yang bisa digelar.

Padahal, MotoGP juga perlu memastikan seluruh tim berada dalam kondisi yang 'sehat' untuk bisa menghadirkan kompetisi yang menggigit saat situasi mulai kondusif.

Presiden Asosiasi Tim Balap di MotoGP (IRTA), Herve Poncharal, mengaku telah mendapat jaminan dari CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, perihal bantuan bagi seluruh tim peserta.

Baca Juga: Terang-terangan, Valentino Rossi Bocorkan Rencana Dorna Isi Jeda MotoGP 2020, Kayaknya Seru Nih!

"Saat ini kami sedang mencari dana bantuan minimum untuk membantu tim bertahan hidup," kata Herve Poncharal, dikutip dari Speedweek.

"Kami akan menyelesaikannya dan bertahan sampai kejuaraan dimulai kembali. Kami akan baik-baik saja," sambung pria yang juga pemilik tim Tech3 tersebut.

Source : BolaSport.com,Corsedimoto.com,Speedweek.com
Penulis : Indra Fikri
Editor : Joni Lono Mulia

Video Pilihan


YANG LAINNYA

TERPOPULER +

Tag Popular