Meski Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Driver Ojol Minta PSBB Surabaya Tak Diperpanjang

Erwan Hartawan - Senin, 8 Juni 2020 | 08:10 WIB
Ilustrasi driver ojol. Gojek siapkan aturan baru jelang new normal, bikin driver dan penumpang tetap aman.
Kontan.co.id
Ilustrasi driver ojol. Gojek siapkan aturan baru jelang new normal, bikin driver dan penumpang tetap aman.

MOTOR Plus-Online.com - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid III di Kota Surabaya berakhir pada Senin (8/6/2020).

Meski begitu, tercatat kasus Covid-19 di Surabaya masih tinggi.

Pemerintah Kota akan mengajukan pelonggaran dan meminta PSBB diakhiri atau tidak diperpanjang.

Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur berharap PSBB di Surabaya Raya tidak diperpanjang hingga jilid IV.

Baca Juga: Horeee Dapur Bisa Kembali Ngebul, Mulai Hari Ini Ojol Sudah Boleh Bawa Penumpang, Begini Persyaratannya

Baca Juga: Pakar Kesehatan Beri Komentar Soal Partisi yang Dibawa Ojol Saat Angkut Penumpang, Apakah Efektif?

Humas PDOI Jatim Daniel Lukas Rorong mengatakan, selama penerapan PSBB di Surabaya Raya, pendapatan para driver ojek online (ojol) menurun drastis

Penurunan berada diantara 50 persen hingga 70 persen.

Driver ojol hanya dapat melayani jasa pengiriman barang, pemesanan makanan dan minuman saja.

"Karena memang permintaan paling besar itu dari angkutan orang," kata Daniel dilansir dari Kompas.com (8/6/2020).

Baca Juga: Driver Ojol Salah Satu yang Kebal Aturan Ganjil Genap di DKI Jakarta Saat PSBB Transisi Diberlakukan
 
"Karena itu harapan dan aspirasi dari rekan-rekan ojol, PSBB di Surabaya Raya tidak diperpanjang hingga tahap IV," lanjutnya.  

"Kami berharap agar nantinya ojol bisa mengangkut penumpang lagi pasca-masa pemberlakuan PSBB jilid III berakhir pada hari ini di Surabaya Raya," kata dia menambahkan.

Di New Normal hanya di masa sosialisai helm penumpang masih disediakan driver ojol
Kompas.com
Di New Normal hanya di masa sosialisai helm penumpang masih disediakan driver ojol

Driver ojol Surabaya Raya berjanji akan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah jika diperbolehkan kembali mengangkut penumpang.

Di antaranya dengan melengkapi diri dengan APD, meminimalisasi kontak dengan penumpang, dan meminta penumpang membawa helmnya sendiri.

Baca Juga: Ingat, Ada Denda Sampai Rp 500 Ribu Bagi Driver Ojol yang Langgar Protokol Kesehatan Saat Bonceng Penumpang

"Kami berharap agar aspirasi dari rekan-rekan ojol ini bisa didengar dan dikabulkan oleh Bu Khofifah selaku Gubernur Jawa Timur serta Bu Risma selaku Wali Kota Surabaya sehingga tidak ada lagi PSBB Jilid IV. Sudah cukup sampai III jilid saja," kata Daniel.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan meminta pelonggaran dan penghentian penerapan PSBB kepada Pemerintah Provinsi Jatim, meski kasus Covid-19 di Surabaya masih tinggi.

Warga Surabaya bisa bertahan jika ekonomi di Kota Pahlawan bergerak.

Menurut Risma usulan ini harus diambil karena banyak masyarakat yang terlalu lama tidak bekerja akibat dari pandemi Covid-19.

Baca Juga: Bukan Cuma Bawa Helm Sendiri, Mulai 8 Juni Penumpang Ojek Online Juga Diminta Lakukan Hal Ini Sebelum Berangkat

Pemkot Surabaya sudah menyiapkan protokol kesehatan ketat yang harus dilakukan masyarakat jika PSBB Surabaya tidak diperpanjang.

Adapun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan mengumumkan kelanjutan PSBB Surabaya Raya hari ini.

Untuk diketahui, hingga Minggu (7/6/2020) kasus Covid-19 di Jatim berjumlah 5.490 kasus atau bertambah 105 kasus dari hari sebelumnya.
Adapun ODP ada berjumlah 25.516 kasus dan PDP 7.343 kasus.

Kota Surabaya masih tercatat memiliki kasus positif Covid-19 tertinggi di Jatim dengan 3.124 kasus, disusul Kabupaten Sidoarjo 755 kasus, dan Kabupaten Gresik 214 kasus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Minta PSBB Surabaya Tak Diperpanjang, Driver Ojol: Semoga Didengar Risma dan Khofifah

Source : Kompas.com
Penulis : Erwan Hartawan
Editor : Aong

Video Pilihan


YANG LAINNYA

Tag Popular