Uang Bensin Aman, Risma Ubah Cara Pembagian Bansos di Tahun 2021

Fadhliansyah - Sabtu, 26 Desember 2020 | 14:25 WIB
Tribunnews.com
Ilustrasi uang tunai. Uang Bensin Aman, Risma Ubah Cara Pembagian Bansos di Tahun 2021

MOTOR Plus-online.com - Uang bensin aman, Menteri Sosial Tri Rismaharini ubah cara pembagian bantuan sosial (bansos) di tahun 2021.

Jadi tenang saja ya bro, bukannya tidak ada, tapi cara pemberiannya saja yang berubah.

Karena seperti yang diketahui, di tahun 2020 ini pemerintah memberikan banyak bansos kepada masyarakat.

Tujuan diberikannya bansos adalah agar masyarakat bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Mulai Januari 2021 Bantuan Rp 300 Ribu untuk Warga Jakarta Disalurkan, Serius?

Baca Juga: Surabaya Gawat Pendatang dari Luar Kota Dijaga Ketat Sampai Tingkat RT/RW Jika Maksa Masuk akan Digiring Menuju Labkesda

Risma mengatakan bansos di tahun depan nantinya akan langsung dikirim ke alamat penerima.

"Karena saya butuh cepat, mungkin kita akan komunikasi dengan kantor pos. Dari kantor pos itu langsung diantar," ujar Risma, dikutip dari Kompas TV.

Selain itu, Risma juga mengatakan bansos tahun depan diupayakan tidak dalam bentuk uang cash atau dalam bentuk bantuan sembako.

Hal itu dilakukan untuk meminimalisir risiko penyalahgunaan serta menghindari adanya kerumunan yang meningkatkan risiko penularan virus corona.

Baca Juga: Risma Jadi Menteri Sosial, Ternyata Menolak Bawa Motor di Jalan Raya

Artinya, bantuan tersebut nanti akan langsung ditransfer ke rekening penerima atau diantar langsung via kantor pos.

Risma juga akan menjamin keamanan proses penyaluran bantuan melalui kantor pos itu.

"Soal kemanan, itu kan nanti ada kontraknya. Kalau ada apa-apa ya dia harus ganti. Itu akan saya pikirkan minggu depan," ujar dia.

Data penerima bansos

Terkait data penerima bansos, Risma juga mengaku akan segera melakukan pencocokan ke pemerintah daerah.

Baca Juga: Gaya Anak Motor Banget, Kisah Unik Walikota Tri Rismaharini dan Sepatu Docmart

Hanya saja, dia menyebut pencocokan data itu sementara dilakukan melalui software karena keterbatasan waktu.

Namun, ke depan pihaknya berjanji proses input data penerima bansos ini akan dilakukan secara transparan.

"Datanya belum. Untuk Januari mungkin baru godok irisan-irisan tadi. Karena kita hanya melakukannya melalui software untuk Januari, karena tidak ada waktu. Jadi Senin (28/12) saya rapatkan, Selasa (29/12) pagi sudah bisa dikirim ke daerah," jelas dia.

"Untuk Februari lebih longgar lagi untuk perbaikan data. Jadi mungkin kita lakukan lebih transparan. Tiga hari kita kembalikan ke daerah kemudian diuplaod, semua warga bisa melihat, sehingga ada inputan masing-masing ke kami," sambungnya.

Baca Juga: Mengejutkan! Gara-gara Alasan Ini, Walikota Surabaya Risma Mengaku Enggak Akan Naik Motor di Jalan Raya

Seperti diketahui, Kemensos telah menyalurkan tiga jenis bantuan sepanjang tahun 2020.

Selain bantuan rutin, Kemensos juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi virus corona.

Tiga bantuan sosial yang disalurkan Kemensos pada 2020 adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Program Bansos Tunai untuk Peserta Program Sembako/ BPNT Non-PKH, dan Bansos Beras (BSB).

Namun, penyaluran bantuan ini sempat mendapat sorotan setelah nama Menteri Sosial Juliari P Batubara terseret kasus korupsi dana bantuan sosial.

Baca Juga: Resmi Jadi Pengganti Juliari Batubara, Menko PMK Muhadjir Effendy Ternyata Punya Motor Matic Ini

Juliari diduga menerima uang siap sebesar Rp 17 miliar dari pengadaan dan penyaluran bansos Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Risma Sebut Bansos Tahun 2021 Berbeda dari Sebelumnya, Seperti Apa?"

Source : Kompas.com
Penulis : Fadhliansyah
Editor : Indra GT




KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

TERPOPULER

Tag Popular