Bos Dorna Ancam Batalkan MotoGP Indonesia 2022, Sandiaga Uno: Kita Tidak Terima Diancam!

Indra Fikri - Selasa, 18 Januari 2022 | 10:25 WIB
MotoGP.com
Bos Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta

MOTOR Plus-online.com - Bos Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengancam batalkan MotoGP Indonesia 2022 di sirkuit Mandalika, Sandiaga Uno: Kita tidak terima diancam!

Sirkuit Mandalika dijadwalkan menjadi tuan rumah tes pramusim pada 11-13 Februari 2022, dan kemudian pada seri MotoGP Indonesia 2022 pada 18-20 Maret mendatang.

Carmelo Ezpeleta berencana membatalkan balapan MotoGP 2022 di suatu negara jika mewajibkan menjalani karantina.

"Jika Anda memberi tahu kami bahwa kami harus menjalani karantina selama 14 hari, maka jawabannya jelas. Dalam hal ini kami tidak akan pergi ke sana,” kata Carmelo Ezpeleta dikutip dari FPAL.

Ia mencotohkan bahwa tahun lalu di MotoGP Amerika 2021 bisa berlangsung dengan lancar tanpa harus karantina, tapi cukup dengan sistem bubble dan menunjukkan kelengkapan dokumen vaksinasi.

"Selebihnya, mereka bisa meminta kami untuk membawa sertifikasi vaksinasi atau dokumentasi seperti yang kami lakukan tahun lalu," sambungnya.

"Apa yang kita lihat di Amerika Serikat tahun lalu harus menjadi contoh," lanjut Ezpeleta.

"Kami menargetkan 19 Grand Prix. Di awal musim, kami mengasumsikan 21 balapan karena kami harus memperhitungkan kontrak. Namun, acara bisa dibatalkan," ungkapnya.

Baca Juga: MotoGP Indonesia 2022 Terancam Batal, Menteri Sandiaga Uno Bilang Begini

Baca Juga: Senyum Marc Marquez, Kode Keras Siap Ikut Tes Pramusim MotoGP 2022, Termasuk Di Sirkuit Mandalika

Untungnya Indonesia sempat mempunyai rekam jejak bagus saat bisa menggelar WSBK 2021 pada November lalu dengan para kru dan pembalap tidak perlu menjalani karantina.

Penulis : Indra Fikri
Editor : Indra GT

Video Pilihan



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

Tag Popular