Motor Tua Bisa Punah Usai di Atas 10 Tahun Dianjurkan Konversi Jadi Tenaga Listrik Ternyata Iritnya 400 Persen

Aong - Senin, 19 September 2022 | 20:00 WIB
Rangga/Otomotifnet

MOTOR Plus-online.com - Seperti diketahui pemerintah sedang mendorong penggunaan kendaraan listrik.

Motor tua bisa punah usia di atas 10 tahun dianjurkan konversi jadi tenaga listrik ternyata iritnya 400 persen jadi menarik.

Hal tersebut disampaikan menteri ESDM Arifin Tasrif di Kementerian ESDM Jakarta, Senin (19/9/2022).

"Bagaimana kita bisa mensosialisasikan sehingga ke depannya masyarakat mau mengganti motornya di atas 10 tahun diganti dengan listrik," ujarnya kepada wartawan.

Bagi motor yang sudah tua tersebut dianjurkan konversi motor BBM menjadi motor listrik.

Tasrif mengatakan, saat ini sudah ada 120 unit motor yang telah dikonversi jadi motor listrik.

"Ini masih tahap pilot project, kita sudah ada 120 unit yang dikonversi. Sekarang sedang diuji coba untuk jarak 10.000 km yang sedang diuji coba dalam proses jalan," katanya.

Katanya jumlah motor di Indonesia sekitar ada 120 juta, minyak atau BBM yang digunakan setara 700 ribu barel.

Baca Juga: Biaya Selangit Jadi Kendala Utama Konversi Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Subsidi?

Baca Juga: Ini Urutan Dapat Surat Resmi Setelah Lakukan Konversi Motor Listrik

Arifin juga menerangkan, motor listrik lebih hemat, jika harga BBM Rp 7.650 per liter maka uang dikeluarkan sebesar Rp 2,3 juta setahun.

"Tapi, kalau pakai motor listrik, cuma keluar duit Rp 580.000," katanya.

Kalau sekarang harga BBM Rp 10.000 per liter, penghematannya akan lebih besar.

Jadinya pemerintah juga akan mendapatkan manfaatnya berupa penghematan devisa.

Penulis : Aong
Editor : Aong

Video Pilihan



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

Tag Popular