Saat sudah tersambung putar kontak ke posisi ON maka data history hasil rekaman akan terbuka di laptop secara otomatis.
“Kalau sudah muncul di laptop, data history di ECU akan otomatis terhapus. Datanya menunjukan AFR motor ketika digunakan dan ditandai dengan warna. Biru menandai setingan terlalu basah atau boros, Hijau setingan pas, Kuning agak kering atau irit tapi aman, Merah terlalu kering,” tambah Baron.
Nah, sebenarnya data yang dihasilkan ini akan kurang presisi kalau masih menggunakan sensor O2 bawaan motor.
Bagusnya kalau sudah menggunakan sensor wide band aftermarket yang lebih presisi.
Meski kurang presisi, setidaknya data dari sensor 02 bawaan motor ini masih bisa dijadikan patokan seting.
Bisa kelihatan di mana masalah yang mungkin terjadi pada motor sobat.
“Dengan fitur history ini kelihatan semua peta pemakaian. Ada di RPM dan TPS berapanya bisa dilihat. Jadi, nyeting ECU lebih enak, karena tahu apa yang harus diperbaiki. Bukan cuma kira-kira yang bikin waktu seting jadi lebih lama,” tutup Baron yang ngantor di markas BRT-Bintang Racing Team, Jl. Mayor Oking No. 102, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. (www.motorplus-online.com)