Find Us On Social Media :

Astaga! Ini yang Dilakukan Wawan Hermawan pada Paud Racingnya, Orang Dewasa Lewat...

By Ahmad Ridho, Senin, 21 Mei 2018 | 13:04 WIB
Latihan push up dan sit up disesuaikan karena Decksa dan Aqil berpuasa. (istimewa)

MOTOR Plus-online.com - Ini yang dilakukan pembalap senior Honda ART Jakarta Wawan Hermawan pada paud racingnya.

Seperti yang diketahui bersama sekolah balap Honda WH19 Racing School milik Wawan Hermawan terdapat siswa didik yang masih duduk di Sekolah Dasar.

Meskipun masih usia dini namun untuk menjaga performance Wawan Hermawan harus menjaga kondisi fisik siswanya.

“Karena untuk fisik tidak bisa instan, meskipun Bulan Ramadhan kondisi tetap dijaga,” jelas Wawan yang sedang fisik bareng bersama siswa paud racingnya.

(BACA JUGA: Terungkap...Contek Pembalap Ini, Danilo Petrucci Sukses Finis Kedua di MotoGP Prancis)

Menurut pembalap yang religius ini menjaga fisik harus konsisten.

Nampak 2 orang siswa paud racingnya yang masih duduk di kelas 5 MI Ciwahangan Ciamis tetap menjaga fisiknya meski Bulan Ramadhan.

Adalah Decksa Almer Alfarezel dan M. Zuhro Aqil dari Lubuk Linggau dengan semangat mengikuti latihan untuk menjaga fisiknya.

“Untuk Bulan Ramadhan porsi latihan fisiknya disesuaikan yang penting fisik mereka terjaga,” jelas Wawan.

(BACA JUGA: Serem! Video Detik-detik Truk Meluncur Kencang Sebelum Hantam Puluhan Motor di Bumiayu)

Latihan seperti push up dan sit up disesuaikan dengan kondisi karena Decksa dan Aqil berpuasa.

Untuk waktu latihan fisik Wawan memilih pada sore hari.

“Sekalian ngabuburit jadi latihan fisik sambil menunggu maghrib,” jelas pembalap asli Ciamis yang tidak pelit transfer ilmu balapnya.

Mantap nih ibadah jalan menjaga fisik pun tetap terjaga.

(BACA JUGA: Masih Marah... Video Reaksi Marquez dan Rossi saat Bertemu di Podium MotoGP Prancis 2018)

Semoga siswa paud racingnya kelak menjadi pembalap berprestasi pada tingkat nasional maupun internasional.

Tidak lupa sesuai dengan misi sekolah balapnya bukan hanya mencetak pembalap berprestasi saja.

“Namun mencetak pembalap yang memiliki attitude dan akhlak yang baik,” jelasnya.