Untuk meningkatkan udara yang masuk ke ruang bakar, digunakan Throttle Body (TB) keluaran SYS yang punya diameter 33 mm.
TB ini dikawinkan dengan injektor yang punya semprotan 210 cc/menit.
Baca Juga : Mick Doohan: Siapa yang Bisa Mengalahkan Kehebatan 2 Pembalap Ini?
“Buat mengatur itu semua, dipakai ECU keluaran aRacer beserta AF-1 untuk loggingnya,” beber pria yang bengkelnya bermarkas di Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Supaya perpindahan gigi halus, digunakan rasio transmisi keluaran Moto1.
“Ukurannya, gigi I (13/33), gigi II (16/28), gigi III (18/25), gigi IV (19/23), gigi V (22/24), gigi VI (23/23).
Sedangkan, pada final girnya menggunakan racikan 15-45 mata,” tutup Saprol.