"Saat dia (Rossi) menyusul, saya benar-benat takut untuk terjatuh karena di bagian lintasan itu gripnya nol.
Saya tidak ingin melakukan hal gila yang bisa mengorbankan 16 poin pada lap terakhir, itu bukan ide yang bagus," ujar Dovi.
Baca Juga : Parah, Gerombolan Konvoi Pelajar Berulah, Terlibat Tabrak Lari dan Nyaris Keroyok Tukang Ojek
Bukan itu saja, Dovi mengakui kalau penampilannya di Argentina enggak maksimal karena kesalahan dalam memilih ban yang digunakan.
Karena itulah dirinya mengaku enggak bisa menciptakan jarak dari Rossi untuk mengejar Marquez yang melaju sendirian di depan.
Dovi sendiri jujur mengaku bahwa gaya balapnya sudah banyak terbaca oleh Rossi yang membuat The Doctor tinggal menunggu waktu untuk menciptakan peluang dan bisa menyalip tanpa ada peralawanan.
"Saya tidak bisa menciptakan jarak dengan Rossi karena masalah ban, karena itu saya tidak bisa cepat dari yang semula saya inginkan di 10 lap terakhir.
Baca Juga : Heboh Yamaha Mio Isi Bensin 7,9 Liter, Tangki Yamaha Byson Ini Muat 45 Liter, Dua Minggu Gak Isi Bensin
Rossi pun bisa mempelajari gaya saya dengan baik sehingga bisa menyalip tanpa saya bisa memberikan balasan," ucap Dovi.
Sementara itu, Rossi mengakui kalau kesuksesan meraih podium kedua enggak mudah.
The Doctor harus memperhitungkan momen yang tepat untuk merebut posisi di depan Dovi, beruntung kondisi M1 yang ditungganginnya dalam posisi sempurna hingga mampu terus menempel Dovi, bahkan mengasapinya.