Tidak hanya itu, perkumpulan enam orang sebagai pembina rohani gereja di Semarang tersebut juga mengadakan beberapa kegiatan sosial lain.
Seperti, free english class setiap Rabu dan Kamis malam pukul 19:00 sampai selesai, pun bersedia dimintai tolong untuk membantu pekerjaan rumah warga Semarang jika dibutuhkan.
Baca Juga : Pemotor Jatuh Habis Tabrak Mobil yang Ngerem Mendadak, Langsung Dihantam Truk Tronton dari Lawan Arah
"Ya kayak ngecat rumah, bersihin taman dan apapun lah siap melayani orang Indonesia" ujar Sister WU.
Salah seorang bule lain, Penatua asal Amerika menambahkan, merasakan kenyamanan tinggal di Indonesia khususnya Semarang.
Meski baru delapan bulan makan dan tidur di Indonesia, ia mengaku betah dengan semua yang ada di Indonesia dan siap berpindah-pindah kota.
"Khusus di Semarang selama saya tinggal di Indonesia, orangnya ramah-ramah. Makanan juga enak-enak paling saya suka nasi goreng babat. Babatnya itu mantab, tapi saya gak suka pecel dan gak pernah makan," tambah laki-laki asal Amerika tersebut.
Baca Juga : Sempat Kejar-kejaran, Pengendara Yamaha RX-King Buktikan Rider Yamaha NMAX Ini Panasan
Keenam para pembina rohani gereja tersebut mengaku sudah berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain.
Sebut saja Jakarta, Banten, Bekasi, Bogor, Bandung, Medan, Bali, Solo, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, dan beberap kota lain.
Hal tersebut sesuai arahan dari dari pembina pusat yang berkantor di Jakarta.
"Untuk pindahnya kami tidak tahu. Bisa 2 bulan, 4 bulan, 8 bulan, bahkan bisa jadi lebih dari 1 tahun baru dipindah. Manut saja," sambung bule lain yang sedang mencuci motor.
Baca Juga : Heboh Motor Yamaha RX-Z Termahal di Dunia, Bisa Beli 5 NMAX Baru