Harga pasaran motor ini sekarang, mengumpulkan situs-situs di internet, di kisaran Rp 100 juta untuk versi standar hingga Rp 150 juta untuk varian tertinggi.
Ganjar mengaku membeli motor ini untuk mendorong lagi minat yang sudah terbetik sejak SMP.
Baca Juga: Sidoarjo Mencekam, Rampok Bermotor Rampas Uang Rp 407 Juta, Warga Gak Berani Mendekat
“Sampai lulus kuliah saya ndak punya motor. Masih miskin saat itu, "cerita Ganjar saat bincang-bicang dengan Kompas.com , di rumah dinas Puri Gedeh Jalan Gubernur Budiono, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Rabu (17/7/2019).
Ganjar Pranowo bersama dengan Kawasaki ER-6N kesayangannya (Kompas.com)
Setelah memiliki motor Kawasaki ER-6N tersebut, Ganjar membentuk komunitas motor.
Namanya, Bandiyem Grup Montoran.
Anggotanya boleh siapa saja dengan motor jenis apa saja.
Baca Juga: Seneng Banget, Motor Yang Terbawa Tsunami dan Gempa Palu, Ditemukan Setelah Satu Tahun Hanyut
Nama komunitas ini diambil dari almarhumah Mbah Bandiyem, lansia penjual pisang, satu-satunya penjual yang diizinkan masuk ke kantor Gubernur Jateng sejak beberapa tahun lalu.
"Terinspirasi dari kegigihan Mbah Bandiyem dalam memasarkan pisang," kata Ganjar.
Ganjar pun mengenang Mbah Bandiyem yang sudah sepuh tapi punya ingatan tajam.
"Orangnya lucu dan hafal karakter para Gubernur Jateng yang diminta selama karirnya berjualan pisang. Maka, namanya diabadikan jadi nama grup montoran," kata dia.