Find Us On Social Media :

Kisah Rustam Driver Ojek Online yang Tuli, Sering Dicancel Tiba-tiba Oleh Penumpang

By Fadhliansyah, Kamis, 5 September 2019 | 09:05 WIB
Rustam, driver ojol tuli yang sering ditolak penumpang (Tribun Jakarta)

MOTOR Plus-online.com - Semangat para driver ojek online (ojol) memang patut diacungi jempol.

Seperti yang kita tahu, kehadiran driver ojol memang dianggap sangat membantu masyarakat.

Karena driver ojol dapat diandalkan untuk berbagai hal, seperti mengantar penumpang, membeli makanan, atau mengirim barang.

Seperti Rustam misalnya, salah satu driver ojol yang memiliki kekurangan namun tetap semangat bekerja.

Baca Juga: Siap-siap, Tarif Baru Ojek Online Sistem Zona Diberlakukan, Berapa Tarif di Jakarta?

Baca Juga: Siap-siap, 2 September 2019 Tarif Ojek Online Akan Lebih Mahal, Segini Besarannya

Meskipun tuli, Rustam tetap berusaha berkomunikasi seperti biasa kepada penumpang layaknya pengendara ojol lainnnya.

Walaupun baru dua bulan narik, Rustam sudah punya banyak cerita sebagai driver ojol yang memiliki keterbatasan.

"Saya paling seneng kalau yang mesen penumpang pria. Karena gantiin saya naik motor. Saya yang jadi penumpang," ungkap Rustam kepada TribunJakarta.com pada Senin (2/9/2019).

Ia pernah mengantarkan penumpang dari kawasan Ragunan menuju Bekasi.

Baca Juga: Miris, Driver Ojek Online Rela Gadai Honda Vario Karena Tergiur Pijat Plus-plus

Namun, di perjalanan penumpang itu bertanya kepada Rustam untuk merokok.

Rustam melarang penumpang itu. Mereka berdua pun sepakat berhenti di jalan setiap hendak merokok.

"Jadi, setiap mau merokok kita berhenti dulu. Ada dua kali kita berhenti, tapi untungnya dia mau gantian nyetir," kenangnya.

Sebelum menggantikannya, Rustam biasanya menanyakan apakah penumpang itu memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Baca Juga: Miris, Driver Ojek Online Rela Gadai Honda Vario Karena Tergiur Pijat Plus-plus

Selain sering berganti peran dengan penumpang, Rustam juga tak jarang mendapatkan uang lebih.

"Kalau itu sering. Paling besar sekitar Rp 70 ribu," tambahnya pria yang ingin menjadi chef itu.

Dalam setengah hari antar penumpang, ia bisa meraup sekira Rp 200 ribu.

Rustam tak jarang mendapatkan perlakuan tak mengenakkan dengan penumpang yang masih menganggap sebelah mata dirinya.

Baca Juga: Bikin Haru, Melanie Subono Pesan Ojek Online, Drivernya Ingat Diajak ke Dufan Waktu Masih Bocah

Mereka seenaknya membatalkan pesanan saat Rustam hendak menjemputnya.

"Saya bilang tuli, terus tiba-tiba dicancel. Mereka nolak halus. Alasannya, maaf pak ada keperluan mendadak," bebernya.

Ia mengakui merasakan kesulitan saat mengantarkan penumpang.

Hal yang sulit adalah saat berkomunikasi.

Baca Juga: Tarif Ojek Online Dibikin Murah, Ini Upaya Pemerintah Agar Driver Tidak Rugi

"Memang sulit tapi saya coba. Seringnya ketik di ponsel. Jadi kalau penumpang mau ngomong diketik aja," katanya.

Untuk memudahkan penumpang saat berhenti di tempat tujuan, Rustam menempelkan kertas di belakang helmnya.

Sebab, penumpang harus berulang kali menjelaskan kepada Rustam titik persis saat turun.

"Kadang kalau mau sampai itu alamatnya enggak sesuai aplikasi, saya bingung kadang enggak denger ketika penumpang mau belok kanan atau kiri," ungkapnya.

Baca Juga: Begal Gemparkan Depok, Korbannya Seorang Ojek Online dan Pengendara Motor Lain Yang Ditabrak

Karena itu, ia menempelkan kertas sebagai petunjuk penumpang.

"Mohon maaf saya tuli, mohon kerjasamanya. 20 meter sebelum belok tepuk pundak saya"

"Jika belok kanan, tepuk kanan. Jika belok kiri, tepuk kiri"

"Jika berhenti tepuk keduanya. Terimakasih atas perhatiannya dan pengertiannya," begitu bunyi tulisan di belakang helmnya itu.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Sering Ditolak Penumpang Ojek Online, Rustam: Saya Bilang Tuli, Terus Tiba-tiba Dicancel