"Festival ini merupakan wujud nyata dari visi SRC yaitu menjadi Indonesia yang lebih baik, dengan mendukung usaha kecil menengah agar terus berkembang dan memberi dampak positif kepada pengusaha ukm dan masyarakat sekitarnya,” ujarnya.
Baca Juga: Mantap! Berkat Ojek Online, Banyak Muncul Pengusaha-pengusaha Baru di Semarang
Festival SRC baru pertama digelar sudah cetak rekor MURI (Sampoerna Retail Community)
SRC yang dibentuk pertama kali pada 2008 lalu di Kota Medan, terus berevolusi dengan melakukan pembenahan penampilan fisik toko-toko kelontong.
Dahulu, toko kelontong memiliki citra kurang bersih, kurang rapi, dan kurang terang.
SRC memiki tujuan mewujudkan toko kelontong masa kini yang rapi, terang dan bersih.
Hal ini membuat toko kelontong bisa berkompetisi dengan toko retail lainnya di Indonesia.
Baca Juga: Salut, Juara Kontes Best Student AHM Rupanya Pengusaha Usia 15 Tahun
Di Jawa Tengah sendiri, pada 2012 hanya ada sekitar 1000 toko SRC, namun karena masyarakat merasakan dampak positif dari toko SRC, banyak yang kemudian tertarik untuk bergabung menjadi anggota SRC dan hingga kini ada 17.000 toko kelontong di Jawa Tengah yang bergabung dengan SRC.
Toko SRC juga melengkapi layanannya dengan Pojok Bayar yang mengikuti cara pembayaran cashless di masa kini.
"Pojok Bayar ini tujuannya untuk mendekatkan toko SRC dengan konsumen terutama dari sisi layanan antara lain e-payment, top up pulsa, bayar listrik, dan lain-lain. Ini semuanya untuk memudahkan konsumen agar konsumen semakin mudah berbelanja ke toko SRC," tambahnya.
Hal ini sesuai dengan tagline campaign yang diusung SRC yaitu toko SRC dekat, hemat, bersahabat.
Baca Juga: Makin Keren, BaBe Luncurkan “Talkshow Online” Bareng Tokoh Ternama