Akhirnya Rangga memutuskan untuk memakai mesin yang berkapasitas 94 cc.
"Biar gak nanggung akhirnya ambil yang 94 cc, Malossi mengklaim tenaganya sampai 20-30 dk,” jelas Rangga yang memiliki bisnis online apparel dan spare part Vespa dengan nama Scooterport.
Sambil menunggu mesin datang dari Italia, konsep motor pun dipikirkan dengan matang.
Baca Juga: Substitusi Part Piaggio Zip, Bisa Aplikasi Komponen Motor Jepang
Cat ambil motif helm Arai milik Maverick Vinales (Fariz)
“Kebetulan gua suka dengan salah satu motif helm Arai Maverick Vinales, motifnya kayak fighter jet tapi sporty,” lanjut Rangga yang menyerahkan pengerjaan pada JRY Custompaint di bilangan Cipinang Muara, Jaktim.
Karena belum memiliki mekanik, Rangga menyerahkan perakitan mesin kepada Wibowo Bayu Aji dari bengkel A15 Engineering yang ada di Cibubur Villa 1, Jatisampurna, Bekasi.
“Karena mepet dengan deadline beberapa event untuk memajang motor ini, jadi harus ekstra tenaga untuk merakitnya."
"Setting mapping pengapian juga rada mumet, belum lagi ada treker khusus untuk kruk as dan rotor magnet, jadi harus bolak-balik ke tukang bubut,” rinci Bewok, sapaan akrabnya.
Setting pengapian jadi hal yang lumayan sulit di proyek ini (Fariz)
Baca Juga: Paket Bore Up Malossi Piaggio Fly, Liberty dan Zip Jadi 187 cc
Single fork lengkap dengan pelek ini ‘copotan’ dari Zip SP MK1 (Fariz)
Kaki-kaki juga diubah, depan berubah total, yang tadinya teleskopik ganda menjadi single menggunakan Piaggio Zip SP MK1.