Find Us On Social Media :

Menguak Teknologi VVA, Rupanya Tidak Hanya Dipakai di Yamaha NMAX

By , Senin, 17 Februari 2020 | 15:10
Fitur mesin Variable Valve Actuation pertama dipakai di Yamaha NMAX (yamaha-motor.co.id)

Kemudian jika putaran mesin turun, maka solenoid akan menarik syncronizing pin tadi, sehingga kembali yang digunakan lobe kem yang rendah.

Baca Juga: Keren! Abis Lelang Yamaha NMAX, Lilik Gunawan Malah Dapat All New NMAX

Terlingkari Merah: Bagian yang rawan dari VVA yaitu tonjokan yang mengarah ke rocker arm (Isal/GridOto.com)

Teknologi VVA ini sendiri pertama dipakai di Yamaha NMAX, yang diluncurkan di Indonesia tahun 2015.

Karena keunggulannya, Yamaha juga memasang VVA di beragam motor lain yang mesinnya sama-sama LC4V (Liquid Cooled 4-valve atau mesin 4 klep berpendingin cairan).

Seperti Yamaha Aerox 155, lalu diikuti Yamaha Lexi yang kapasitas mesinnya 125 cc.

Tidak hanya skutik, VVA juga dipasang di beragam motor sport Yamaha, yang mesinnya sama-sama LC4V.

Baca Juga: Mengejutkan! Top Speed Bisa Tembus 125 Km/Jam, Segini Konsumsi Bensin Rata-rata Yamaha All New NMAX

Motor sport pertama yang pakai teknologi VVA, adalah All New Yamaha YZF R15 yang diluncurkan tahun 2017.

Diikuti Yamaha V-Ixion R, Yamaha MT-15, dan yang terbaru adalah Yamaha XSR 155 dan Yamaha WR 155 R.

Biar cara kerjanya mirip, rupanya ada perbedaan antara VVA motor sport seperti Yamaha R15 dengan VVA di skutik seperti NMAX.

"Pada Yamaha WR 155 R sistem VVA akan aktif jika motor menyentuh 7.400 rpm," tutup M. Abidin.

Perbedaan VVA di Yamaha R15 dan NMAX (yamaha-motor.co.id)