Biasanya, harga ini dipengaruhi dari penjual atau pemilik kendaraan itu sendiri. Selain itu, lokasi atau keberadaan motor juga berpengaruh pada harganya.
“Scorpio dijual tergantung kebutuhan penjualnya dan juga tergantung daerah si penjual dan si pembeli,” kata pria yang akrab disapa Lik Totok ini kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2020).
Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Ikatan Motor Scorpio Indonesia (IMSI) Region III Jateng DIY menambahkan, yang pasti untuk harga pasaran Yamaha Scorpio setiap tahunnya berbeda.
Yamaha Scorpio tengki kotak versi CBU (gridoto.com)
“Harga untuk setiap tahunnya berbeda-beda. Keluaran lama itu justru yang paling mahal jika dibandingkan dengan yang keluaran baru atau generasi ketiga,” ucapnya.
Baca Juga: Ganteng Maksimal, Modifikasi Yamaha Scorpio Bergaya Scrambler Pakai Komponen Motor Kawasaki
Selama ini, dirinya pernah menyaksikan dan mengetahui harga tertinggi untuk Yamaha Scorpio, yakni mencapai Rp 20 juta. Harga tersebut untuk motor kalajengking generasi pertama atau Scorpio G.
“Untuk Scorpio generasi pertama yang saya tahu dan saksikan, baru sekitar Rp 20 juta untuk harga tertinggi kondisi pantas sedangkan yang terendah adalah Rp 13 jutaan,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu yang membuat harga Scorpio G lebih mahal adalah karena motor tersebut merupakan CBU asli dari Jepang. Sehingga, kuda besi itu didatangkan secara utuh ke Indonesia dan dipasarkan di Indonesia. Untuk motor dengan kubikasi 225 cc seri G ini juga dikenal dengan nama Scorpio tengki kotak ( Steko).
“Kalau kami menyebutnya Getter, memang Scorpio generasi pertama ini adalah built up dari Jepang. Jadi datang ke Indonesia dlm keadaan utuh sepeda motor dan daya tahannya berbeda dengan generasi selanjutnya,” katanya.
Baca Juga: Sambangi Bengkel Custom, Gubernur Jawa Tengah Bawa Pulang Yamaha Scorpio Scrambler
Meskipun, tambah Totok, tidak jauh berbeda dengan keluaran setelahnya atau sampai dengan tahun 2006.
Dan berbeda lagi dengan Scorpio yang keluaran lebih baru atau generasi ketiga sampai dengan Scorpio new.