Pencapaian kemenangan yang sudah dicatatkan juga banyak yakni 56 dari 127 kali tampil di lintasan sirkuit.
"Honda sudah membuat keputusan berani dengan mempertahankan pembalap yang mampu memberikan kemenangan di setiap balapan," celoteh Ciabbati.
Marquez memang satu-satunya pembalap yang dinilai 'anak emas' Honda sejak bergabung tujuh tahun silam.
Baca Juga: Buka-bukaan, Marc Marquez Kalah Jago Urusan Balapan Virtual MotoGP, Tetap Ikut Lantaran Hal Ini
Hal itu terbukti karena posisinya tetap aman disaat Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo memilih ke luar dari tim Repsol Honda.
Jelang MotoGP 2020, Honda secara mengejutkan menunjuk Alex Marquez untuk berduet dengan kakaknya pasca Lorenzo pindah.
Bukan cuma Marquez, Ciabatti juga menyindir Alberto Puig selaku manajer tim Repsol Honda.
Ciabatti mempertanyakan kalau tim Honda selalu mencetak pembalap muda potensial, namun faktanya sampai saat ini hanya ada nama Marc Marquez.
"Saya pikir akan muncul nama Mick Doohan dari Alberto Puig," sambungnya.
"Tanpa Marc Marquez yang bergabung tahun 2013, mereka (tim Repsol Honda) tidak akan pernah juara, dan itu nyata," bebernya lagi.
Ciabatti melihat bahwa Honda terlalu menomorsatukan Marquez dalam mengembangkan motor tanpa memikirkan pembalap-pembalap Honda lainnya.