Find Us On Social Media :

Mantap, Komunitas Otomotif Sumatera Utara Bentuk Relawan Peduli Disinfektan Virus Corona

By , Senin, 13 April 2020 | 15:15
Komunitas otomotif Sumatera Utara (Sumut) bentuk relawan peduli disinfektan virus corona. (Istimewa)

Utamanya pada kegiatan rescue kebencanaan dan pada setiap event otomotif adventure mobil atau motor.

"Sehingga urusan kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan bukan hal baru buat mereka," lanjut Doddy yang juga ketua Perbakin, Sumut.

Baca Juga: #NgoprekSantuy, Dedengkot Komunitas Honda Tiger Bikin Cairan Pembasmi Virus Corona, Disemprot untuk Beberapa Tempat

Untuk itu, XTrim Indonesia dan IOF Pengda Sumut dan Pengcab Medan menggandeng lembaga atau komunitas non otomotif yang paham di soal penanggulangan bencana.

Di antaranya adalah Vertikal Rescue Indonesia Regional Sumut, Lembaga First Aid Indonesia Sumut, Tempat Kita Peduli, Oligarki Sumut, Mapala Sumut dan Pramuka Peduli Sumut.

Rasa kebersamaan personil dari lembaga berbeda, yaitu persamaan tentang rasa kepedulian atas masalah kemanusiaan yang membuat berdirinya RPD.

Masing-masing personil dan lembaga berkontribusi sesuai bidang, mulai dari tenaga ahli hingga ke urusan pendanaan.

Baca Juga: Keren Nih, Tanggap Penyebaran Covid-19 Komunitas KATS Vespa Gencar Lakukan Kampanye ‘Di Rumah Saja’

Di antaranya, kendaraan, tenaga penyemprot, manual solo sprayer, compressor sprayer steam, tenaga pelatih dan tenaga bantuan setempat untuk sosialisasi Covid-19 untuk masyarakat sekitar, pengaturan dan pemeliharaan logistik bahan dan alat disinfektan, administrasi, dan tenaga pemetaan.

"Nantinya, RPD Sumut juga akan turun di setiap ada bencana alam. Seperti banjir, longsor atau gempa yang juga membutuhkan penyemprotan disinfektan," urai Doddy yang juga aktif di organisasi Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia / PPMKI..

Hingga kini sebanyak 25 relawan dengan 4 kendaraan operasional terus melakuan penyemprotan disinfektan di wilayah Medan, Sumatera Utara.

Target utama adalah gang sempit di daerah pinggiran padat penduduk atau pemukiman warga menengah ke bawah yang masih kurang begitu disiplin di soal penerapan social distance.

Baca Juga: Waspada Bro, Maklumat Kapolri Menyatakan Dilarang Nongkrong, Bagai Mana Nasib Kopdar Komunitas?