Find Us On Social Media :

Valentino Rossi Hebat, Sampai Bos Tim MotoGP Ini Usul Bangun Patung The Doctor di Semua Sirkuit

By , Jumat, 24 April 2020 | 16:00
Patung Valentino Rossi yang terpampang di seberang Museum Racetrack Termas de Rio Hondo (Yamaha MotoGP)

MOTOR Plus-online.com - Legenda hidup MotoGP dan masih eksis ngegas motor MotoGP, Valentino Rossi, benar-benar disegani dan dihormati.

Pembalap Monster Energy Yamaha itu dianggap 'sakral' di dunia MotoGP.

Buktinya performa The Doctor yang gak segarang dulu masih tetap dibanjiri pujian.

Bahkan ada isu patung Valentino Rossi wajib dibangun semua sirkuit MotoGP.

Baca Juga: Heboh, Valentino Rossi Sampai Bilang Berani Semua Tantangan, Gara-gara Barang Canggih Ini Tiba

Baca Juga: Marc Marquez Dikacangin, Valentino Rossi Blak-blakan Sebut Lawan Terberatnya di MotoGP, Siapa Saja?

Banyak pihak yang terkesima dengan sosok Valentino Rossi.

Salah satunya adalah CEO LCR Honda, Lucio Cecchinello.

Pemilik tim MotoGP itu sampai mengeluarkan pujian untuk Valentino Rossi.

Bahkan, Lucio Cecchinello menanggap patung The Doctor wajib ada di semua sirkuit MotoGP.

Baca Juga: Kode Keras Nih! Bos Aprilia Siap Kasih Motor MotoGP Spesial, Kalau Samapi Valentino Rossi Gabung

"Apa yang dilakukan Rossi luar biasa!" beber Lucio Cecchinello dikutip dari AS.com

Cecchinello menganggap kontribusi Rossi untuk MotoGP sangat besar.

Ia pun bilang Valentino Rossi seharusnya mendapat penghormatan di seluruh sirkuit MotoGP.

"Sebagai pembalap lintas generasi, kita seharusnya membangun patung (Rossi) di seluruh sirkuit," beber Lucio Cecchinello.

Valentino Rossi berpose di dekat patung The Doctor. (Yamaha MotoGP)

Baca Juga: Valentino Rossi Boleh Kalah di MotoGP Virual Race, Ternyata Pembalap Paling Gaek di MotoGP, Lebih Jago Game Ini

"Sebagai manajer, dia menaruh hati dan uang untuk VR46," katanya lagi

"Rossi memberitahu (Franco) Morbidelli dan (Pecco) Bagnaia banyak rahasia, dua pembalap yang membuat dia kesulitan di MotoGP saat ini."

"Apa yang dilakukan Rossi untuk pembalap muda jangan dianggap sebelah mata," tutup Lucio Cecchinello.