Find Us On Social Media :

2 Hari Jelang PSBB Jawa Barat, Kota Cianjur Akan Terapkan PSBB Parsial di 18 Wilayah Ini

By , Senin, 04 Mei 2020 | 10:50
Sejumlah petugas menyekat akses masuk ke pusat perbelanjaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penyekatan akan terus ditingkatkan seiring dengan pemberlakukan PSBB parsial di Cianjur yang akan mulai dilaksanakan (06/05/2020). (Istimewa)

MOTOR Plus-online.com - Jawa Barat akan terapkan PSBB 2 hari kedepan, Kota Cianjur Terapkan PSBB parsial.

Wabah virus Corona belum juga menunjukkan tanda mereda di Indonesia.

Berbagai upaya pun terus dilakukan pemerintah untuk seluruh lapisan masyarakat.

Tak terkecuali pemerintah yang menerapkan PSBB (Pembatasan sosial berskala besar) guna memutus rantai penyebaran virus Corona di Indonesia.

Baca Juga: Penerapan PSBB Nasional Harus Segera Dilakukan, Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19: Juli Indonesia Bebas Corona

Baca Juga: PSBB Bikin Sepi Kendaraan, Kualitas Udara di Jakarta Langsung Membaik Hingga 35 Persen

Setelah diawali diberbagai wilayah di Indonesia, kali ini giliran Jawa Barat akan terapkan PSBB dalam 2 hari kedepan.

Pemerintah Kabupaten Cianjur akan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara parsial di 18 wilayah kecamatan, melansir dari Kompas.com (04/05/2020).

Rencana tersebut merupakan bagian dari agenda PSBB Provinsi Jawa Barat yang akan dilaksanakan secara serentak di 17 kota/kabupaten, terhitung sejak Rabu (6/5/2020) hingga 14 hari ke depan.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, pihaknya memilih PSBB parsial mengingat masih banyak kecamatan yang zona hijau.

Baca Juga: PSBB Tangerang Raya Diperpanjang Akibat Jumlah Kasus Covid-19 Meningkat, Bikers Jangan Sembarang Melintas

"Pak gubernur sudah menyetujuinya. Cianjur akan PSBB parsial. Bahkan, beberapa kota/kabupaten lain ada yang ikut seperti Cianjur (PSBB parsial)," kata Herman kepada wartawan, di Pendopo Cianjur, Minggu (3/5/2020).

Disebutkan, kecamatan-kecamatan yang akan PSBB berdasarkan beberapa kriteria, yakni kecamatan yang padat penduduk, yang paling banyak kasus ODP dan PDP, serta yang berbatasan langsung dengan kota/kabupaten zona merah.