Dari hasil jualannya itu dalam sehari selama PSBB, Santo dapat menjual 1 lusin (12) sarung tangan miliknya.
Satu sarung tangan dijual Rp 10.000, namun Santo tak menjual masker.
Menurutnya, saat ini setiap orang telah banyak yang mengenakan masker.
"Saya cuma jual sarung tangan saja, kalau masker pengendaranya pakai semua," kata Santo.
Keyakinan Santo akan konsep rezeki di agamanya cukup kuat.
Baca Juga: PSBB Di Jawa Barat Mulai Berlaku Besok, Jangan Lupa Bawa Surat Tugas Saat Melintas Wilayah
Ia yakin, meski banyak warga yang melakukan hal serupa dengannya di Jalan Rajawali, namun Santo tak pernah mengeluh takut merugi.
"Alhamdulilah kalau rezeki mah selalu ada, toh sudah diatur juga sama Tuhan, tinggal kitanya saja yang ikhtiar menjemputnya," pungkas Santo.
Baik Santo maupun Ade memang berangkat dari dasar seorang pedagang.
Di tengah pandemi ini tentu berdampak bagi mereka secara ekonomi.
Meski begitu, keduanya tak pernah berhenti berusaha, bukan maksud mengabaikan dirinya sendiri di tengah pandemi, namun di sisi lain urusan perut tak bisa dikompromi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PSBB Jadi Berkah bagi Penjual Masker, Sehari Dapat Untung Rp 150.000",