Pihaknya pun akan mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk mengajukan banding, dengan klaim konsumsi zat terlarang secara tidak sengaja jadi fakta yang ingin ia tekankan.
Ia yakin CAS akan melakukan evaluasi secara menyeluruh tentang kasus Iannone.
Dia pun yakin badan arbitase olahraga internasional itu akan menganulir hukuman yang ditetapkan kepada Andrea Iannone.
Baca Juga: Inspirasi Stiker Yamaha NMAX 2020, Dari Motif MotoGP Sampai Ninja
"CAS harus mengevaluasi apakah Andrea Ianone, telah melakukan tindakan yang seharusnya atau melanggar aturan. Dalam hal ini, saya yakin dia akan dibebaskan sepenuhnya dan bisa mengikuti MotoGP 2020," kata De Rensis.
Jika klaim De Rensis, benar-benar terwujud, maka Andrea Iannone tidak akan melewatkan MotoGP 2020 yang diperkirakan dimulai pada 19 Juli 2020.
Sejauh ini, Grand Prix pertama MotoGP 2020 belum dapat diselenggarakan karena pandemi COVID-19.
Andrea Iannone diputuskan bersalah oleh pengadilan disiplin FIM, yang mengurus masalah hukum di MotoGP.
Baca Juga: Gak Bisa Ngelak, Video Sinyal Bendera Langsung Terbaca di Instrumen Motor MotoGP
Ia diputuskan bersalah oleh pengadilan FIM atas tuduhan konsumsi zat terlarang di MotoGP Malaysia 2019 lalu.
Akibat putusan tersebut, ia mendapat larangan tampil di MotoGP selama 18 bulan, terhitung mulai Desember 2019. Namun, hal itu belum mempengaruhi karier Andrea Iannone, karena MotoGP 2020 ditangguhkan sejak Maret lalu akibat pandemi COVID-19.
Aprilia Racing Team Gresini, sudah bersiap mengajukan banding sejak keputusan tersebut dibuat, tetapi tertunda karena COVID-19.
Dengan MotoGP 2020 dikabarkan segera dimulai pada 19 Juli 2020, mereka langsung mengupayakan banding supaya Iannone tetap bisa tampil musim ini.