Knalpot blong mengakibatkan polusi suara, mengganggu orang ibadah, belajar di rumah, apalagi orang yang sedang sakit.
Terlebih di situasi saat ini, kata Hasan, Covid sudah membuat pusing ditambah tradisi nakal memasang knalpot blong jelang Idul Fitri membuat bising pada pendengaran.
Hasan juga mengimbau, agar semua elemen terlihat dan memberikan pengawasan serta orangtua mengingatkan kepada anak agar tidak mengganti standar nasional (pabrikan) kendaraan dengan mengganti knalpot blong.
"Gunakanlah kendaraan sebagaimana mestinya, demi keselamatan dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat," pesannya.
Baca Juga: Joki Balap Liar yang Tabrak Penonton Akhirnya Ditangkap Polisi, Ternyata Sosok Joki Profesional
"Semua kegiatan anak berangkat dari rumah. Kalau orangtua tidak awasi dengan cermat, bisa jadi berangkat dari rumah sehat, dapat kabar di rumah sakit sudah jadi korban lakalantas akibat balapan liar," jelasnya.
Sementara, Senin (18/5/2020) siang, Mantan Kasatlantas Polres Dairi ini menyampaikan, kenderaan yang disita, berangsur-angsur dijemput pemiliknya.
"Sudah. Kita minta ganti yang standart itu (sepeda motornya), biar nggak bising lagi," tutup Hasan.
Seorang warga, Fernando, berharap Satlantas Polres Siantar dapat lebih giat mengantisipasi pengendara yang datang dari luar daerah yang masuk ke Siantar untuk berwisata menuju Parapat dalam rangka liburan.
"Soalnya kita sedang melawan masa pandemi Covid-19. Biasanya banyak yang masuk Siantar mau ke Danau Toba ramai-ramai pakai knalpot blong," pintanya.
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Satlantas Polres Siantar Amankan 55 Sepeda Motor Gunakan Knalpot Blong,