Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Nicke Widyawati menanggapi harga BBM yang belum kunjung turun. (KOMPAS.com/Hendra Cipto)
Baca Juga: Manajer Pertamina Pandu Memilih Oli Agar Perhatikan 3 Faktor Supaya Mesin Awet
Dengan ditutupnya kilang, maka tujuan pemerintah untuk menciptakan kemandirian energi tidak akan terealisasi.
"Bayangkan kalau kita hanya mengandalkan impor yang katanya di luar negeri itu murah," kata Nicke.
"Oke kita andalkan impor, enggak usah kita memproduksi sendiri," sambung dia.
"Kalau ternyata negara tersebut terjadi lockdown enggak bisa mengirimkan BBM-nya?," kata Nicke lagi.
Baca Juga: Pom Bensin Pertamina Siap Terapkan New Normal, Bikers Wajib Pakai Masker dan Turun dari Motor
Lebih lanjut, Nicke mengakui, harga minyak produksi dalam negeri sempat jauh lebih mahal ketimbang impor.
Namun, perlu ada perhitungan panjang untuk memutuskan meningkatkan impor demi menciptakan harga BBM yang lebih murah.
"Waktu itu ketika harga minyak naik 3 bulan kita menunggu untuk menaikkan harga, tidak serta merta," ujarnya.
Oleh karenanya, Nicke menekankan, masyarakat tidak dapat membandingkan secara langsung pergerakan harga BBM nasional dengan tetangga.
Baca Juga: 5 Tips Hemat Bensin yang Direkomendasi Pertamina Salah Satunya Jangan Parkir Sembarangan
"Kecuali kalau kita memang ini trader ya trading company. Trading company mudah sih beli jual beli jual," lanjutnya.