Penambah rak yang disematkan di bagian bodi kanan dan kiri ini difungsikan untuk membawa tas berisi keperluan pribadi selama mengikuti touring atau berkendara jauh ke luar kota.
"Kelihatannya simple tapi tambah gagah karena aku memilih warna krom dan fungsinya sangat penting buat bawa tas pas touring," ungkapnya dikutip dari TribunJogja.com.
"Jadi bawaan tak repot di bawa dengan tas ransel atau tas gendong," tambah dia.
Selain itu, dengan memilih tampil lebih tua sepuluh tahun, rupanya Ofix mengejar desain motor semi trail ala Honda Win pabrikan tahun 1980 an.
Baca Juga: Dulu Dibully, Sekarang Matic Mocin Sanex QJ50 Diburu Kolektor
Baginya, Honda Win tahun 1997 ini perpaduan motor perkotaan dan trabasan.
Bila dilihat secara keseluruhan, motor Honda Win ini memang memiliki tampilan serupa motor trail terutama pada bagian depan.
Penggunaan shock teleskopik dipadu dengan selebor depan berbahan bukan logam dan ban bermotif kotak besar membuat tampang trail sukses ditampilkan motor ini.
Penggunaan shock teleskopik dipadu dengan selebor depan berbahan bukan logam dan ban bermotif kotak besar membuat tampang trail sukses ditampilkan motor ini.
Agar tampil sempurna sesuai desain Honda Win pabrikan tahun 1980-an, Ofix sengaja berburu part part yang masih orisinil, meskipun part tersebut sudah berkarat lantaran usia.
Baca Juga: Modifikasi Yamaha Scorpio Z Aliran Street Tracker, Inspirasinya Serial Kartun Jadul Silverhawk
Hal ini dilakukan agar motor miliknya benar benar memiliki ruh Honda Win tahun 1987.
Motor yang sudah dihentikan produksinya sejak tahun 2005 ini memang Kembali jadi incaran para kawula muda penggemar motor kostum.