"Tetapi itu adrenalin yang positif," kata mantan juara dunia MotoGP itu.
Apalagi kalau diperhatikan, sebelum lampu start menyala dan padam, Rossi terlihat sangat sibuk mempersiapkan diri.
Mulai dari membenarkan posisi helm, sarung tangan, melihat ke arah roda belakang hingga ritual lainnya
"Saat itu, merupakan waktu yang sangat buruk karena kamu merasa tidak nyaman, kamu tidak tenang," bilangnya.
Meski begitu, moment seperti inilah yang ternyata justru membuat Rossi rindu akan balapan dan berada di garis start.
"Saya yakin bahwa ketika kamu tidak menjalaninya, kamu kehilangan momen itu," jelas pembalap MotoGP berusia 41 tahun itu.
Menurut Valentino Rossi, untuk menjalani balap, tentu ada sedikit rasa takut untuk melakukan kesalahan atau bahkan melakukan sesuatu yang berbahaya.
Wajar saja, selepas start, pembalap MotoGP terbiasa untuk melaju di atas kecepatan 300 km/jam.
"Tetapi pada saat yang sama, itu semua sangat menyenangkan," terangnya.
"Pada akhirnya kami membalap untuk apa yang kami rasakan pada saat itu," pungkas Valentino Rossi.