Perubahan pengakuan dari WHO terhadap bukti-bukti yang disampaikan para peneliti ini merupakan babak baru.
Menyikapi hal ini, WHO masih akan melakukan kajian lebih lanjut.
Baca Juga: Bikers Mesti Waspada! Salip Jakarta, Provinsi Ini Puncaki Kasus Corona Terbanyak di Indonesia
Dalam pemberitaan sebelum ini, WHO masih menyangkal bukti-bukti yang disampaikan peneliti lainnya.
Para peneliti menganggap WHO terlalu lambat untuk merespons situasi terkini.
Seorang ahli kimia dari University of Colorado, Jose Jimenez, mengatakan, pihaknya ingin sekali WHO mengonfirmasi bahwa virus corona dapat menular melalui partikel-partikel kecil yang melayang di udara.
"Ini jelas bukan serangan terhadap WHO, ini merupakan debat ilmiah. Tetapi, kami merasa harus mengumumkan kepada publik karena WHO menolak bukti ini," kata Jimenez, sebagaimana dilansir BBC, Selasa (7/7/2020).
Baca Juga: Bisa Picu Penularan Covid-19, Car Free Day Digeser ke 32 Lokasi Ini
Selama ini, WHO bersikukuh bahwa Covid-19 ditularkan melalui droplet atau cipratan dari orang yang batuk atau bersin.
Droplet atau cipratan ini tidak terlalu lama berada di udara, tetapi langsung jatuh ke permukaan.
Oleh sebab itu, imbauan paling utama adalah untuk sering-sering mencuci tangan.
Namun, 239 ilmuwan dari 32 negara tidak setuju dengan pernyataan WHO tersebut.
Baca Juga: Hebat! Indonesia Bikin Alat Rapid Test Murah Kualitas Unggulan, Bikers Harus Coba Nih