Pertama ada upside down milik Yamaha YZF-R15, “Terima beres Rp 9,250 juta.
Walau terjangkau, tapi pakai upside down ini soknya ambles, karena beban motor yang berbeda jauh dari sport 150 cc ke skutik 250 cc,” sebut Ihsan.
Pakai USD YZF-R15 lebih terjangkau dengan kualitas OEM, namun amblas karena perbedaan bobot yang jauh (Ihsan Motoshop)
Yamaha YZF-R25
Selanjutnya bisa menggunakan milik Yamaha YZF-R25 terbaru, tapi karena dimensinya yang cukup panjang membuat bagian dalam harus lebih lega.
“Perlu coak bagian belakang spidometer karena mentok saat belok, tapi gak sampai bolong sih,” urainya.
Baca Juga: Sadis! Yamaha XMAX Edisi Spesial Cuma Dijual Ratusan Unit di Dunia, Harganya Bikin Melongo Bro!
Untuk menggunakan upside down millik R25 ini, pemilik XMAX harus merogoh kocek Rp 10 juta.
USD New YZF-R25 punya dimensi yang panjang, karenanya butuh ruang lebih lega, bagian belakang spidometer sampai perlu sedikit dicoak (Ihsan Motoshop)
“Pengerjaan upside down 2 sampai 3 minggu tergantung tukang bubutnya. Kalau lagi sepi bisa 1 minggu selesai,” sambung pria yang bengkel rumahannya ada di Kavling DKI Pondok Kelapa, Jl. Taman Malaka Selatan 3A, Jaktim.
Honda CBR250RR
Lalu upside down lainnya bisa pakai kepunyaan Honda CBR250RR berlabel Showa.
“Paling pas pakai CBR250RR. Tingginya pas karena 5 cm lebih pendek dari YZF-R25, rebound-nya juga enak. Tapi jadi yang paling mahal juga, karena butuh dana Rp 13 juta,” tunjuknya.