"Alasannya BBM jenis solar itu uapnya tidak sereaktif bensin, dan solar juga tidak mudah untuk menguap," kata Jayan Kamis (30/7/2020).
Kata Jayan, semua bahan bakar dapat menguap dan BBM jenis bensin lebih mudah untuk menguap.
Makanya kendaraan yang berbahan bakar bensin harus mematikan mesinnya lebih dahulu sebelum mengisi BBM.
"Celakanya lagi, bensin juga memiliki sifat lebih reaktif," ucap Jayan
Lebih lanjut, kata dia, apabila bensin telah menguap dan bercampur dengan udara pada proporsi yang tepat ditambah ada sumber panas, maka akan menimbulkan api.
Baca Juga: Pakai AC dan Dijual Rp 60 Juta, Konsumsi Bensin Kendaraan Unik Ini Lebih Irit dari Yamaha NMAX?
Walaupun kendaraan yang berbahan bakar jenis solar tidak harus mematikan mesinnya saat mengisi BBM, Jayan menyarankan sebaiknya hal itu tidak dilakukan.
"Kalau menurut saya, sebaiknya mesinnya juga dimatikan untuk mengantisipasi munculnya api dan dapat menjadikan kebakaran," papar Jayan.
Jayan mengatakan, segala sesuatu yang terbakar itu harus memenuhi tiga hal ini, yakni ada bahan bakar, udara, dan sumber panas atau api.
"Bahan bakar dalam bentuk uap akan keluar saat proses pengisian, itu natural. Lalu akan bercampur dengan udara. Bila proporsi campurannya tepat, maka akan sangat mudah terbakar," kata Jayan.
Baca Juga: Banyak Yang Campur Pertalite dan Pertamax Turbo, Begini Kata Pakar BBM
Kendati demikian, Jayan mengungkap sebuah fakta bahwa potensi kebakaran bahan bakar solar memang lebih kecil daripada bensin.