Selain electrik starter ada pula kick starter.
Layaknya bebek kebanyakan, SM Classic dibekali dengan girboks 4 speed rotari, yang dapat langsung kembali ke gigi netral dari gigi empat.
Pelek jari-jari 17 inci dibalut oleh ban berukuran 70/90-17 dan 80/90-17.
PERFORMA
SM Classic mengusung mesin 1 silinder 109,2 cc SOHC 2 katup air cooled. Dilihat dari spek dan ciri fisik, mesinnya mirip milik Honda Blade/Revo.
Baca Juga: Menyala! Vespa Rilis Warna Baru Sprint 150, Kelirnya Keren Bikin Ngiler
Ukuran bore x stroke 50 x 55,6 mm, tapi rasio kompresi hanya 8,8:1. Hmm masih sanggup nenggak Premium tuh!
Kesederhanaan juga berlanjut pada sistem pengabutan bahan bakar yang masih pakai karburator.
Klaim tenaga maksimal yang dihasilkan sebesar 8,3 dk (6,2 kW) @7.500 rpm dan torsi 8,2 Nm @5.500 rpm. Disalurkan ke roda belakang via transmisi 4 percepatan.
Biarpun tampang jadul, tenaga mesin ternyata cukup responsif. Terutama pada putaran bawah ketika mulai start.
Baca Juga: Tampangnya Beda dari Biasanya, Diam-diam KTM Lagi Uji Coba Motor Baru
Dorongan tenaga ini terus secara linear sampai di sekitar kecepatan 60 km/jam. Di atas kecepatan tersebut, mulai terasa getaran pada setang.
Dengan trek yang cukup panjang, kami berhasil mendapat top speed 93,2 km/jam di alat ukur Racelogic dan 100 km/jam pada tampilan spidometer.