Sama halnya dengan YLKI yang ikut komentar soal rencana aturan ganjil genap untuk motor.
Menanggapi hal itu, Ketua Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi angkat bicara.
Baca Juga: Ganjil Genap Bagi Motor Siap Berlaku, Jaket Anti Tilang Ini Dijamin Laku Keras Jadi Incaran
"Ganjil genap itu lumayan bagus kalau sikon normal, tapi kalau sikon tak normal seperti ini (pandemi) maka itu bisa menjadi petaka Covid."
"Itu karena penumpang angkutan umum akan membludak, dan sulit jaga jarak," kata Tulus , Minggu (23/8/2020).
Menurut Tulus, bisa saja ganjil genap untuk sepeda motor diterapkan, asalkan kapasitas angkutan umum ditambah.
"Sehingga hanya memuat 70 persen kapasitas," tegasnya.
Baca Juga: Kena Tilang Elektronik Ganjil-Genap? Awas Bikin Pajak Tahunan Jadi Gendut
Karena harus diketahui, sekitar 75 persen pergerakan transportasi di Jakarta dan sekitar adalah menggunakan kendaraan roda dua.
Sehingga transportasi umum yang sudah ada belum memenuhi.
Nah bikers sendiri gimana nih, setuju gak dengan aturan ganjil genap untuk motor?