Adapun teknis pembagian bantuan akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Ia pun berjanji bakal mengawal program itu agar bantuan bisa sampai kepada para siswa.
Baca Juga: Jelang Honda Dream Cup Purwokerto 2019, Irfan Ardiansyah Bagi Pengalaman Dengan Siswa SMK
"Teknisnya nanti kita mendata jumlah siswa sekolah baik negeri maupun swasta. Teknisnya tak begitu mengerti apakah penyalurannya disatukan lewat sekolah atau per murid. Yang jelas angka itu insya Allah akan sampai baik itu mau lewat sekolah yayasan atau direct," tuturnya.
Oleh pun berharap dengan disahkannya program itu, tingkat pendidikan di Jabar semakin meningkat sekaligus memberi semangat kepada para orangtua dan siswa setelah lama tak belajar tatap muka.
"Ini juga sekaligus mengingatkan agar tidak ada alasan lagi bagi orangtua untuk menyekolahkan anaknya ke tingkat SMA," jelasnya.
Dengan dana tersebut, para siswa SMA yang membawa kendaraan seperti motor bisa irit biaya bensin nih.
Baca Juga: Siswa SMA Kritis, Yamaha NMAX Hancur Tabrak Honda Supra, Satu Orang Meninggal Dunia
Menurut APM motor, rata-rata konsumen menggunakan motor sejauh 30 km per hari.
Dan diambil konsumsi bensin motor 30 km per liter.
Kalau begitu, dengan harga Pertalite yang sedang turun jadi Rp 6.450 per liter ini pengeluaran satu bulannya sekitar Rp 193.500.
Dengan uang Rp 700 ribu, berarti bisa irit biaya bensin selama 3 bulan nih!
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sah, Siswa SMA/SMK di Jabar Dapat Bantuan Rp 700.000 hingga Rp 1,2 Juta"