Find Us On Social Media :

Geger Penembakan Mobil Mewah Pemilik Duniatex Group, Pelakunya Seorang Pemasok Motor

By , Jumat, 04 Desember 2020 | 14:35
Ilustrasi. Penembakan mobil mewah Toyota Alphard, pelakunya seorang pemasok motor. (Tribunnews.com)

Saat itu, penjualan motor Jepang terbilang seret dibandingkan motor Eropa.

Berkat kegigihan serta keberuntungannya, Lukas Jayadi sanggup jualan motor tanpa modal, yaitu dengan jaminan uang untuk inden motor itu.

Baca Juga: Video Begini Cara Club Motor Selandia Baru Hibur Korban Penembakan di Masjid Kota Christchurch

Mengingat brand motor Yamaha dan Honda amat kuat, konsumennya percaya dengan jaminan uang walaupun harus menunggu 3 bulan.

Bahkan, Lukas Jayadi melibatkan beberapa saudaranya membuka dealer dan kemudian melangkah di bidang perakitan motor.

Setelah merasa mampu, Lukas Jayadi merambah ke pembuatan motor di tahun 1998.

Berkat situasi kota yang gak menentu, bisnis motornya malah laris manis sampai untung bersih Rp 1 juta saat itu.

Baca Juga: Bukan Cuma Hibur Korban Penembakan di Masjid, Ternyata Club Motor Black Power Sering Lakukan Aksi Ini di Selandia Baru

Akhirnya Dayang Motor pun berani bersaing dengan pabrikan motor Jepang.

Mulai dari motor sampai becak motor diproduksi Dayang Motor.

Sampai tahun 2011, produksinya tembus di kisaran 500 sampai 3000 unit per bulan.

Pangsa pasarnya amat luas, dari Mesir sampai Peru.

Baca Juga: Mengenal Club Motor Paling Ditakuti di Selandia Baru, Hibur Korban Penembakan di Masjid Christchurch