Hal itu tak lepas dari masalah yang dihadapi tim Yamaha pabrikan.
Malahan, Valentino Rossi merasa penderitaan terus berjalan sampai di MotoGP 2020.
Baca Juga: Geger, Tim VR46 Milik Valentino Rossi Ditawari Jadi Skuat Satelit KTM
"Pada musim 2016 sampai 2017 jadi tahun yang bersejarah bagi Yamaha," buka Valentino Rossi dikutip dari Paddock-GP.com.
"Lantaran bagi saya inilah penderitaan kami dimulai," lanjut The Doctor.
Pembalap yang hampir berusia 42 tahun ini juga mengaku Yamaha M1 sangat kompetitif sebelum 2016 berakhir.
"Hingga 2016, motor itu amat kompetitif, mampu memenangkan balapan hingga juara dunia," beber Rossi.
Baca Juga: Biar Rossi Gaspol Di MotoGP 2021, Petronas Yamaha Bakal Lakukan Ini
"Setelahnya, kami justru mengalami kesulitan yang lebih banyak," lanjut Valentino Rossi.
Valentino Rossi juga tak menampik anjloknya performa Yamaha dirasakan mantan rekan setimnya.
Yaitu Maverick Vinales dan Jorge Lorenzo yang sempat membela Yamaha.
"Kemampuan temporal yang sepenuhnya cocok telah dirumuskan Maverick," paparnya.
"Dan yang sesuai dengan momen ketika Jorge Lorenzo meninggalkan Yamaha," jelas Valentino Rossi sambil mengakhiri.