Find Us On Social Media :

Bos Ducati Ungkap Alasan Gagalnya Negosiasi dengan Andrea Dovizioso

By , Kamis, 31 Desember 2020 | 18:25
Bos Ducati, Paolo Ciabatti mengungkapkan alasan gagalnya proses negosiasi dengan mantan pembalapnya, Andrea Dovizioso. (GPOne.com)

"Kemudian datang COVID dan karantina, serta ketidakpastian tentang kejuaraan datang, tidak ada yang tahu apakah kami bisa memulai 2020," tambahnya.

"Semuanya sangat rumit. Rencana berubah total dan mitra serta sponsor kami memotong kontribusi mereka,” lanjut Ciabatti.

Baca Juga: Bos Ducati Sebut GP20 Motor Kompetitif, Pembalap Yang Gak Konsisten

“Kami harus menegosiasikan kembali gaji para pembalap untuk tahun 2020, dan kami juga mengambil tindakan menuju tahun 2021," jelas Ciabatti.

"Kami harus memastikan bahwa anggaran tahun 2021 kami akan terjangkau dan berkelanjutan. Kami harus menegosiasikan ulang semua perjanjian dan menerima pemotongan pembayaran," ungkapnya.

"Karena pada awalnya hanya ada 13 grand prix, kemudian ditambah Portugal. Saya membayangkan pabrik lain juga mengalami pemotongan anggaran,” sebut Ciabatti.

Dovizioso adalah yang paling tidak beruntung secara ekonomi.

Baca Juga: Bisa Akses Lewat HP, Segini Harga Tiket Masuk Museum Digital Ducati

“Yang paling terpengaruh oleh pemotongan Ducati adalah Andrea, dia adalah pembalap dengan bayaran tertinggi," aku Ciabatti.

"Namun pada akhirnya kami menemukan solusi yang saling memuaskan. Salah satu pembalap kami harus menyerahkan persentase yang sama dari gaji mereka," bilangnya.

"Dalam kasus Andrea, jumlah absolutnya adalah yang tertinggi, tentu saja.” jelas Ciabatti.

“Saya memberi Simone Battistella petunjuk tentang margin finansial yang kami miliki untuk gaji Andrea pada tahun 2021," bebernya.

Baca Juga: Gabung Yamaha, Cal Crutchlow Kok Dukung Pembalap Ducati Di MotoGP 2021