Find Us On Social Media :

Kena Tilang Elektronik Disuruh Bayar Denda Maksimal? Ini Kata Polisi

By , Senin, 01 Februari 2021 | 07:25
Ilustrasi pemotor yang kena tilang elektronik, disuruh bayar denda maksimal? (Ditlantas Polda Metro Jaya via Antara)

"Tapi yang harus dipahami ketika kena tilang elektronik, pelanggar lalu lintas harus membayarkan denda dengan jumlah maksimal," ungkapnya dikutip dari Kompas.com.

Dari denda maksimal tadi, nantinya brother bisa mengambil uang sisa atau kembaliannya.

Bikers catat, tilang elektronik akan berlaku di 19 provinsi mulai Maret 2021. (Tribunnews.com)

Baca Juga: Apakah Uang Sisa Bayar Tilang Elektronik Bisa Kembali? Nih Jawabannya

"Tapi nanti masyarakat bisa mengambil uang sisa denda tilang maksimal yang dibayarkan," katanya.

Fahri menjelaskan, misalnya terkena tilang elektronik karena tidak menggunakan helm saat mengendarai motor.

Sesuai dengan Pasal 291 ayat (1) UU LLAJ, Anda bakal dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Namun jika pengadilan memutuskan perkara dengan denda yang lebih kecil, maka sisa uang yang disetor oleh pelanggar akan kembali.

Baca Juga: Dukung Calon Kapolri, Polda Metro Jaya Tambahkan 50 Kamera Tilang Elektronik

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono menambahkan, penegakan hukum pelanggaran lalu lintas harus diubah.

ETLE diharapkan memberi dampak positif pada pelayanan lalu lintas yang lebih efisien, mudah, dan tepat.

"Ini hasil rapat kita, dengan membentuk Satgas ETLE untuk aksi mendukung program 100 hari bapak Kapolri," ujar Istiono.

Lewat program ini, Satgas ETLE bakal meluncurkan aplikasi tilang elektronik di sejumlah titik pada 100 hari kerja Kapolri.